Sragen (Humas) — Sebanyak 403 siswa MTsN 6 Sragen menggunakan hak pilihnya dalam Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM), Rabu (23/9). Selain menentukan pemimpin OSIM untuk periode berikutnya, pemilihan ini menjadi ruang bagi siswa untuk belajar menyampaikan pilihan, menghargai perbedaan, dan bertanggung jawab terhadap keputusan bersama.
Pemungutan suara berlangsung tertib mulai pukul 08.00 hingga 11.30 WIB dengan melibatkan tiga pasangan calon. Setelah jeda istirahat, siswa dan panitia melanjutkan proses dengan penghitungan suara secara terbuka pada pukul 12.30 hingga 13.30 WIB.
Tiga pasangan calon yang mengikuti pemilihan yakni Dani Istiawan dan Maulana Dzaky I pada nomor urut 1, Keanu Faro A dan Alvaro Gilang S pada nomor urut 2, serta Anugrah Pelangi Z dan Arum Kusuma PS pada nomor urut 3.
Berdasarkan hasil penghitungan, pasangan nomor urut 2, Keanu Faro A dan Alvaro Gilang S, memperoleh suara terbanyak dengan 166 suara dan terpilih sebagai Ketua dan Wakil Ketua OSIM MTsN 6 Sragen. Pasangan nomor urut 3 memperoleh 43 suara, sedangkan pasangan nomor urut 1 meraih 26 suara.
Pembina OSIM MTsN 6 Sragen, Sri Isniyati Rahayu, mengapresiasi antusiasme siswa dalam mengikuti seluruh tahapan pemilihan. Menurutnya, pengalaman tersebut dapat menjadi pembelajaran bagi siswa untuk memahami proses pengambilan keputusan secara demokratis.
“Proses pemilihan berjalan sangat kondusif. Ini menjadi sarana pembelajaran politik santun dan pendidikan demokrasi bagi para siswa. Selamat untuk pasangan terpilih, semoga dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab,” ungkap Sri Isniyati Rahayu.
Kepala MTsN 6 Sragen, Fandholin, berharap kepengurusan baru tidak hanya menjalankan program OSIM, tetapi juga mampu menghadirkan kegiatan yang memberi ruang bagi siswa untuk berpartisipasi dan mengembangkan kreativitas.
“Kami berharap kepengurusan yang baru di bawah kepemimpinan Keanu dan Alvaro mampu membawa OSIM MTsN 6 Sragen menjadi organisasi yang makin inovatif, aktif, serta bisa menjadi teladan yang baik bagi seluruh siswa,” tegas Fandholin.
Melalui proses tersebut, pemilihan OSIM diharapkan tidak berhenti pada pergantian kepemimpinan. Pengalaman memilih dan menerima hasil secara terbuka menjadi bagian dari pembelajaran siswa untuk membangun sikap bertanggung jawab, menghargai pilihan orang lain, serta berpartisipasi dalam kehidupan organisasi di madrasah. (ich/enn)







