Sragen (Humas) – Bagaimana pergerakan benda langit menentukan waktu salat? Pertanyaan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran yang didalami anggota Komunitas Astronomi dan Ilmu Falak (Kasfa) MAN 3 Sragen melalui Pelatihan Dasar Astronomi dan Ilmu Falak bertajuk “Hisab Awal Waktu Shalat Fardhu” pada Selasa (22/9) di lingkungan MAN 3 Sragen.

Pelatihan yang menghadirkan pembina Kasfa, Fachri Ulil Albab, tersebut mengajak peserta memahami dasar ilmu falak sekaligus kaitannya dengan penentuan waktu ibadah umat Islam melalui perhitungan astronomi.
Fachri menjelaskan bahwa ilmu falak mempelajari pergerakan benda-benda langit yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan ibadah. Salah satunya menentukan awal waktu salat berdasarkan perhitungan posisi Matahari.
Menurutnya, mempelajari ilmu falak juga membantu peserta memahami keteraturan benda-benda langit dan perubahan waktu. Hal tersebut sejalan dengan pandangan Syeikh Nawawi Al-Bantani dalam kitab Qami’ut-Tughyan mengenai pentingnya ilmu falak dalam memahami perubahan zaman dan keteraturan alam semesta.
“Ilmu falak bukan sekadar angka di atas kertas, tetapi jembatan ketepatan ibadah dan pembacaan zaman yang melahirkan kader-kader unggul dari madrasah,” ujar Fachri.

Pembelajaran tidak berhenti pada pemahaman teori. Peserta diarahkan untuk memiliki kemampuan menghitung waktu salat secara mandiri. Fachri berharap, ketika memasuki Ramadan, anggota Kasfa sudah mampu menyusun jadwal imsakiyah dan jadwal salat berdasarkan hasil perhitungan yang mereka pelajari.

Pengembangan kemampuan tersebut akan dilanjutkan melalui pertemuan rutin setelah masa ujian selesai. Kegiatan rutin tersebut nantinya akan difokuskan untuk praktik lapangan dan pendalaman materi lanjutan, seperti penentuan arah kiblat yang akurat untuk masjid/mushola, penentuan awal bulan hijriyah, serta berbagai kegiatan observasi astronomi praktis lainnya.
Melalui kegiatan ini, Kasfa MAN 3 Sragen memadukan pembelajaran sains dengan kebutuhan ibadah secara langsung. Peserta tidak hanya mempelajari pergerakan benda langit, tetapi juga memahami bagaimana pengetahuan tersebut digunakan untuk menentukan waktu ibadah melalui perhitungan yang terukur. (sns/enn)







