Sragen (Humas) – Dalam upaya meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan psikologis peserta didik, MAN 2 Sragen bekerja sama dengan Puskesmas Plupuh 1 melaksanakan sosialisasi Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP) pada Rabu (23/9). Kegiatan yang dilaksanakan di halaman Masjid MAN 2 Sragen tersebut diikuti oleh peserta didik dengan antusias.
Sosialisasi P3LP bertujuan memberikan pemahaman kepada peserta didik mengenai pentingnya mengenali kondisi psikologis, merespons permasalahan emosional secara tepat, serta membangun kepedulian terhadap diri sendiri maupun orang lain.
Pembina PMR Wira MAN 2 Sragen, Sulis Setyo Wati, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi langkah edukatif untuk membekali siswa dengan pengetahuan dasar dalam menghadapi berbagai persoalan psikologis yang dapat muncul dalam kehidupan sehari-hari.
“Kegiatan P3LP ini penting untuk memberikan pengetahuan kepada siswa agar mereka mampu mengenali dan menyikapi kondisi psikologis, baik pada diri sendiri maupun orang di sekitarnya. Terlebih di era digital, siswa sangat mungkin menghadapi berbagai tekanan, seperti pengaruh media sosial, perundungan daring, maupun persoalan dalam interaksi sosial. Dengan pengetahuan yang tepat, diharapkan mereka dapat lebih siap mengantisipasi dan mencari bantuan ketika menghadapi persoalan psikologis,” tegasnya saat memantau kegiatan.
Kerja sama antara MAN 2 Sragen dan Puskesmas Plupuh 1 melalui kegiatan P3LP juga menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan madrasah yang semakin peduli terhadap kesehatan dan kesejahteraan peserta didik.
Edukasi psikologis diharapkan dapat menumbuhkan keberanian siswa untuk berbicara mengenai permasalahan yang dihadapi serta memahami pentingnya mendapatkan bantuan dari orang yang tepat.
Melalui sosialisasi ini, MAN 2 Sragen tidak hanya membekali siswa dengan pengetahuan, tetapi juga menanamkan kepedulian, empati, dan kesadaran bahwa kesehatan psikologis merupakan bagian penting dari kehidupan.
Dengan pemahaman yang baik dan dukungan lingkungan yang positif, siswa diharapkan mampu menghadapi tantangan era digital secara lebih sehat, bijak, dan tangguh. (re/enn)







