Sragen (Humas) – Dalam rangka menyemarakkan rangkaian peringatan Milad ke-45, MAN 1 Sragen menggelar kegiatan edukatif berupa Seminar Menulis Kreatif bertajuk “Mengangkat Permainan Tradisional Menjadi Karya Fiksi” pada Jumat (18/9). Acara yang berlangsung penuh antusiasme ini digagas oleh Perpustakaan MAN 1 Sragen sebagai langkah nyata gerakan literasi madrasah dengan penguatan kearifan lokal. Melalui kegiatan ini, murid diajak untuk mengeksplorasi kembali ingatan kolektif tentang ragam permainan tradisional Nusantara dan menyulapnya menjadi alur cerita fiksi yang menarik serta bernilai estetis tinggi.
Kegiatan literasi ini diikuti oleh seluruh murid MAN 1 Sragen, mulai dari jenjang Fase E, Fase F, hingga Fase F Lanjut. Tingginya partisipasi para murid membuktikan bahwa minat menulis dan kebanggaan terhadap warisan budaya di lingkungan madrasah terus tumbuh positif. Selama sesi berlangsung, para peserta tampak aktif menyimak materi, berdiskusi, serta langsung mempraktikkan teknik dasar merancang latar cerita dan karakter yang terinspirasi dari permainan masa kecil seperti egrang, gobak sodor, hingga bentengan.
Untuk memberikan wawasan mendalam dan pengalaman praktis dalam dunia kepenulisan, pihak madrasah menghadirkan narasumber terpercaya yaitu Sri Suparti dengan nama pena Sang Sri dari Komunitas Penulis Gemolong. Dalam pemaparannya, pemateri membagikan kiat-kiat khusus mengenai cara menggali konflik, membangun emosi tokoh, serta mengemas nilai-nilai filosofis dari permainan tradisional ke dalam bentuk cerpen maupun novel modern. Pendekatan interaktif yang dibawakan narasumber berhasil memantik daya imajinasi para murid untuk mulai menuangkan ide-ide kreatif mereka di atas kertas.
Kepala Perpustakaan MAN 1 Sragen, Ninik Suryani, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan komitmen perpustakaan dalam menyediakan wadah berekspresi sekaligus melestarikan nilai budaya bangsa. “Melalui seminar ini, kami ingin membuktikan bahwa permainan tradisional tidak hanya sekadar nostalgia masa lalu, tetapi bisa menjadi sumber ide yang sangat kaya untuk karya sastra fiksi. Kami berharap para murid tidak hanya gemar membaca, tetapi juga mampu memproduksi karya tulis yang membawa kearifan lokal Sragen dan Nusantara ke tingkat yang lebih luas,” ungkap Ninik Suryani.
Melalui penyelenggaraan seminar ini, pihak madrasah berharap semangat literasi di kalangan murid MAN 1 Sragen dapat terus terpelihara secara berkelanjutan. Kegiatan menjadi bukti nyata kontribusi generasi muda madrasah dalam merawat tradisi dan melestarikan budaya bangsa melalui jalur literasi digital maupun cetak. (sr/sbs).








