Sragen (Humas) – Umat Hindu dari Kabupaten Sragen mengikuti persembahyangan bersama dalam rangka Hari Raya Tilem Jyesta di Candi Prambanan, Sabtu (16/5), dengan penuh khidmat dan suasana spiritual yang mendalam. Kegiatan suci tersebut juga dihadiri umat Hindu dari berbagai daerah, di antaranya Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Wonogiri, Kota Surakarta, serta umat Hindu dari Denpasar yang sedang melaksanakan tirta yatra di Jawa.
Persembahyangan Tilem Jyesta menjadi momentum penting bagi umat Hindu untuk meningkatkan sraddha dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, sekaligus mempererat persatuan umat Hindu lintas daerah. Suasana sakral terasa sejak awal persembahyangan melalui lantunan doa dan kidung suci yang dipanjatkan bersama di kawasan candi yang sarat nilai sejarah dan spiritualitas.


Dalam kesempatan tersebut, Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Sragen, Gayatri Sindi Mahesti, menyampaikan dharma wacana mengenai pentingnya pelaksanaan Upacara Yadnya dalam kehidupan umat Hindu. Ia menjelaskan bahwa yadnya merupakan bentuk pengorbanan suci yang dilaksanakan dengan tulus ikhlas sebagai wujud bhakti kepada Tuhan, sesama manusia, leluhur, para resi, serta alam semesta.
Lebih lanjut, umat diajak memahami bahwa pelaksanaan yadnya bukan sekadar tradisi seremonial, melainkan sarana penyucian diri dan penguatan nilai-nilai dharma dalam kehidupan sehari-hari. Semangat ngayah, kebersamaan, dan ketulusan dalam yadnya diharapkan mampu memperkuat keharmonisan umat Hindu di tengah kehidupan bermasyarakat.
Kegiatan persembahyangan Tilem Jyesta berlangsung dengan tertib, harmonis, dan penuh kekhusyukan. Momentum spiritual tersebut memberikan ketenangan batin sekaligus memperkuat semangat persatuan dan kerukunan antarumat Hindu. Melalui kegiatan ini, umat diharapkan semakin mantap dalam menjaga ajaran dharma serta terus menumbuhkan nilai-nilai toleransi dan harmoni dalam kehidupan bermasyarakat. (gsm/enn)








