Sragen (Humas) – Rangkaian Masa Ta’aruf Murid Madrasah (Matamuda) Tahun Ajaran 2026/2027 di MAN 3 Sragen ditutup melalui kegiatan Penerimaan Tamu Ambalan (PTA) Rama Shinta pada 16–17 Juli 2026. Selama dua hari, murid baru mengikuti berbagai kegiatan kepramukaan yang dirancang untuk membentuk karakter disiplin, mandiri, kepemimpinan, serta kemampuan bekerja sama sebagai bekal memasuki golongan Pramuka Penegak.
Kegiatan diawali dengan upacara adat ambalan yang dipimpin Kepala MAN 3 Sragen Agus Sulistiya selaku Ketua Majelis Pembimbing Gugusdepan. Prosesi pembukaan ditandai dengan penancapan pusaka cakra ke buah kelapa sebagai simbol dimulainya Penerimaan Tamu Ambalan Rama Shinta.
Dalam amanatnya, Agus menegaskan bahwa Pramuka menjadi ruang pembelajaran karakter bagi generasi muda agar tumbuh sebagai pribadi yang disiplin, mandiri, dan bertanggung jawab.
“Melalui Penerimaan Tamu Ambalan ini, kami berharap murid baru dapat menumbuhkan jiwa kepanduan yang disiplin, mandiri, dan berkarakter luhur sebagai bekal dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti pembekalan kepramukaan, dinamika kelompok, serta penjelajahan di kawasan Kalijambe. Beragam tantangan pada setiap pos dirancang untuk melatih ketahanan fisik dan mental, kepedulian terhadap lingkungan, serta kemampuan bekerja sama. Pendampingan dewan ambalan senior juga memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi para peserta.

Kebersamaan semakin terasa pada malam api unggun yang diisi dengan pembacaan Dasadarma Pramuka, pentas seni antarsangga, serta renungan suci. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi ruang refleksi sekaligus mempererat solidaritas antarpeserta sebelum mereka resmi diterima sebagai Pramuka Penegak.
Kegiatan ditutup melalui upacara penutupan yang dipimpin Pembina Pramuka Norman Varvata. Upacara tersebut menjadi penanda diterimanya murid baru sebagai anggota Pramuka Penegak sekaligus berakhirnya rangkaian Matamuda MAN 3 Sragen Tahun Ajaran 2026/2027.
Upacara penutupan menjadi penanda berakhirnya rangkaian Matamuda sekaligus diterimanya murid baru sebagai anggota Pramuka Penegak. Melalui kegiatan ini, MAN 3 Sragen tidak hanya mengenalkan tradisi kepramukaan kepada murid baru, tetapi juga menanamkan nilai disiplin, kepemimpinan, tanggung jawab, dan kebersamaan sebagai bekal menjalani pendidikan di madrasah. (sns/enn)









