Sragen (Humas) – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Sragen bekerja sama dengan Puskesmas Kalijambe menggelar Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi peserta didik kelas X hingga XII pada Sabtu (18/7). Pemeriksaan meliputi pengukuran berat badan, tinggi badan, kesehatan mata, hingga pemeriksaan kadar gula darah sebagai upaya memantau kondisi kesehatan peserta didik secara berkala.
Dokter Puskesmas Kalijambe, dr. Dewi, menjelaskan bahwa pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari pemantauan kesehatan peserta didik yang dilaksanakan secara rutin.
“Pemeriksaan bagi siswa kelas X sampai XII meliputi pengukuran berat badan, tinggi badan, kesehatan mata, hingga pemeriksaan gula darah. Kegiatan ini bertujuan memantau kesehatan peserta didik secara berkala dan akan terus dilaksanakan setiap satu tahun sekali,” ujarnya.
Pelaksanaan CKG melibatkan tenaga kesehatan dari Puskesmas Kalijambe dengan dukungan anggota Palang Merah Remaja (PMR) MAN 3 Sragen. Anggota PMR membantu proses administrasi, mengatur antrean peserta, serta mendampingi jalannya pemeriksaan sehingga kegiatan berlangsung tertib dan lancar.

Selain mengetahui kondisi kesehatan peserta didik, hasil pemeriksaan juga menjadi dasar tindak lanjut bagi siswa yang memerlukan penanganan lebih lanjut. Puskesmas Kalijambe memberikan rekomendasi kepada peserta didik yang terindikasi mengalami gangguan kesehatan, seperti gangguan penglihatan maupun ketidakseimbangan gizi.
Ratusan siswa dari berbagai kelas tampak sangat antusias mengikuti setiap tahapan pemeriksaan yang telah dijadwalkan oleh panitia. Pihak madrasah menjelaskan bahwa pemeriksaan CKG ini tidak hanya berhenti pada pelaksanaan hari ini saja. Program kesehatan sekolah ini direncanakan akan terus bergulir secara rutin setiap setahun sekali sebagai bagian dari program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).
Dengan kondisi fisik yang terpantau bugar, konsentrasi serta prestasi akademik para siswa diharapkan dapat meningkat pesat di masa depan. Sinergi ini sekaligus mengukuhkan posisi madrasah sebagai lembaga pendidikan yang peduli terhadap kesejahteraan holistik peserta didiknya. Komitmen nyata ini membuktikan bahwa madrasah tidak hanya fokus pada prestasi akademis, tetapi juga kesehatan jasmani siswa. (sns/enn)







