Sragen (Humas) – MAN 2 Sragen mengadakan kegiatan sosialisasi Deskripsi Rapor Digital Madrasah (RDM) Berbasis Cinta, sekaligus memandu teknis pengisian komponen kokurikuler, bertempat di ruang guru madrasah pada Senin, (8/6). Acara ini dihadiri seluruh guru, tenaga kependidikan, dan staf tata usaha, bertujuan menyamakan persepsi serta keterampilan dalam menerapkan sistem penilaian terbaru sesuai arahan Kementerian Agama.

Dalam sambutannya, Kepala Tata Usaha MAN 2 Sragen, Sulistyawan, menyampaikan bahwa transformasi RDM bukan sekadar perubahan sistem pencatatan nilai, melainkan pergeseran paradigma pendidikan. “RDM berbasis cinta bukan sekadar istilah, melainkan semangat mendidik yang menempatkan nilai kasih sayang, kelembutan, dan keteladanan sebagai pondasi utama. Lima pilar Panca Cinta harus melekat di setiap aspek pembelajaran, termasuk dalam penilaian kokurikuler,” tegas Sulistyawan. Ia juga berharap seluruh tenaga pendidik mampu menerjemahkan nilai-nilai tersebut ke dalam deskripsi capaian murid yang jujur, objektif, dan membentuk karakter mulia.
Materi inti disampaikan oleh Waka Bidang Akademik Abdul Ghofur. Dalam paparannya, ia menjelaskan secara rinci konsep dasar RDM berbasis cinta: bagaimana setiap indikator penilaian disusun tidak hanya mengukur kemampuan akademik, tetapi juga tumbuh kembang sikap dan karakter murid.
“Bagian ini memuat kegiatan penguatan dan pendalaman materi, yang dinilai berdasar 8 Dimensi Profil Lulusan dan dikaitkan langsung dengan nilai Panca Cinta,” jelas Abdul Ghofur. Ia memandu langkah demi langkah mulai dari memilih indikator yang sesuai, merumuskan deskripsi yang jelas, positif, dan edukatif, hingga cara memasukkan data ke dalam sistem aplikasi RDM.
Koordinator Kokurikuler Fisesta Indriyani Hasim menyampaikan “Pengisian kokurikuler adalah kunci agar rapor tidak hanya berisi angka, melainkan gambaran utuh perkembangan murid. Contoh konkret yang disampaikan meliputi cara menulis capaian seperti: “Murid menunjukkan sikap cinta lingkungan dengan aktif menjaga kebersihan sekolah dan memahami kelestarian alam sebagai amanah Allah”, atau “Menunjukkan rasa cinta ilmu dengan rajin bertanya dan mencari informasi tambahan di luar materi kelas”.
Peserta kegiatan sangat antusias mengikuti sesi praktik dan diskusi, banyak bertanya terkait penyesuaian kegiatan kokurikuler di masing-masing mata pelajaran. Salah satu guru mengungkapkan, materi ini sangat membantu karena sebelumnya masih bingung membedakan isian kokurikuler dengan intrakurikuler.
Kegiatan ditutup dengan penegasan agar semua data penilaian dimasukkan secara lengkap dan tepat waktu. Pihak madrasah berharap dengan penerapan RDM berbasis cinta, lulusan MAN 2 Sragen tidak hanya berprestasi secara akademik, namun juga memiliki akhlak mulia, berkarakter kuat, dan berjiwa kasih sayang sebagaimana tujuan pendidikan nasional dan visi madrasah. (rgl/enn)







