Sragen (Humas) – MAN 1 Sragen menyelenggarakan kegiatan Diklat Videography bagi Tim Kreatif dan Tim Organisasi pada Senin (8/6) di laboratorium komputer madrasah. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya madrasah untuk meningkatkan kompetensi siswa dalam bidang produksi konten digital sekaligus mendukung publikasi berbagai program dan prestasi madrasah.
Kegiatan diikuti oleh anggota Tim Kreatif dan Tim Organisasi MAN 1 Sragen dengan penuh antusias. Sejak awal acara, para peserta tampak bersemangat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang dirancang untuk memperkuat keterampilan videografi dan pengelolaan media sosial secara positif. Acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Madrasah sebagai bentuk penanaman nilai-nilai nasionalisme dan kecintaan terhadap madrasah. Suasana khidmat dan penuh semangat mewarnai pembukaan kegiatan sebelum memasuki sesi pengarahan dan pelatihan.
Kepala MAN 1 Sragen, Windrati, dalam arahannya menegaskan pentingnya pemanfaatan media sosial secara bijak, bertanggung jawab, dan produktif. Menurutnya, media sosial tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga dapat digunakan sebagai media edukasi, informasi, dan promosi berbagai kegiatan positif yang dilakukan madrasah.

“Media sosial harus dimanfaatkan untuk hal-hal yang bermanfaat. Saya berharap kalian mampu menjadi generasi yang cerdas bermedia, menyebarkan informasi yang positif, serta menjaga etika dalam setiap konten yang dipublikasikan,” ujar Windrati di hadapan peserta.
Materi utama disampaikan oleh Arrijal Habibbulloh, seorang content creator yang telah berpengalaman dan dikenal memiliki kompetensi di bidang produksi konten digital. Dalam paparannya, Arrijal menjelaskan berbagai aspek penting dalam pembuatan video, mulai dari perencanaan konsep, teknik pengambilan gambar, komposisi visual, pengaturan pencahayaan, hingga proses penyuntingan agar menghasilkan karya yang menarik dan berkualitas.
Arrijal juga menekankan bahwa kualitas sebuah video tidak hanya ditentukan oleh peralatan yang digunakan, tetapi juga oleh kreativitas dan kemampuan menyampaikan pesan kepada audiens. “Video yang baik adalah video yang mampu bercerita. Peralatan bisa sederhana, tetapi jika ide, alur, dan pengemasannya kuat, maka konten tersebut akan lebih mudah menarik perhatian dan memberikan dampak kepada penonton,” jelas Arrijal.
Melalui kegiatan diklat ini, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis, tetapi juga wawasan praktis yang dapat diterapkan dalam pembuatan konten publikasi madrasah. MAN 1 Sragen berharap kemampuan videografi para anggota Tim Kreatif dan Tim Organisasi semakin berkembang sehingga mampu menghasilkan konten-konten inspiratif, informatif, dan berkualitas untuk mendukung citra positif madrasah di era digital. (aw/sbs/enn)







