Sragen (Humas) – MTsN 2 Sragen bekerja sama dengan Puskesmas Tanon II membekali peserta didik keterampilan memberikan pertolongan pertama pada luka psikologis melalui sosialisasi First Aider Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (PL3P), Selasa (28/7). Kegiatan yang diikuti seluruh murid kelas VII dan guru pembina Palang Merah Remaja (PMR) ini bertujuan menumbuhkan kepedulian terhadap kesehatan mental sekaligus mencegah dampak perundungan di lingkungan madrasah.
Narasumber dari Puskesmas Tanon II, dr. Novia, menjelaskan bahwa luka psikologis dapat dikenali dari perubahan perilaku, seperti sering menyendiri, mudah menangis, kehilangan semangat, atau menunjukkan kesedihan berkepanjangan. Salah satu pemicu yang kerap terjadi di lingkungan sekolah adalah perundungan.
Dalam sosialisasi tersebut, peserta dikenalkan dengan konsep LOOKS sebagai langkah sederhana untuk membantu teman yang mengalami luka psikologis. Konsep tersebut meliputi Look (mengamati perubahan perilaku), Listen (mendengarkan dengan empati tanpa menghakimi), dan Link (menghubungkan kepada guru atau pihak yang berwenang agar mendapat pendampingan lebih lanjut).
Novia menegaskan bahwa penolong pertama tidak harus berasal dari tenaga kesehatan. Teman sebaya, ketua kelas, pengurus OSIM, anggota PMR, guru BK, maupun guru lainnya dapat menjadi pihak pertama yang memberikan dukungan sebelum peserta didik memperoleh penanganan lanjutan apabila diperlukan.
Selain itu, peserta didik juga diingatkan pentingnya menjaga kesehatan mental melalui pola hidup sehat, seperti tidur yang cukup, rutin berolahraga, membatasi penggunaan gim, memperkuat ibadah, serta membangun lingkungan pergaulan yang positif.
Kepala MTsN 2 Sragen, Umartono, mengapresiasi kolaborasi bersama Puskesmas Tanon II dalam memberikan edukasi kesehatan mental kepada peserta didik.
“Melalui sosialisasi ini, kami berharap murid semakin peduli terhadap kesehatan mental, berani saling menguatkan, dan mampu menjadi teman yang peka ketika ada sahabat yang membutuhkan bantuan. Madrasah berkomitmen menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, ramah, dan bebas dari perundungan,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, MTsN 2 Sragen berharap budaya saling peduli dan saling mendukung terus tumbuh di lingkungan madrasah sehingga peserta didik memiliki ruang belajar yang aman sekaligus sehat secara fisik maupun mental. (zhr/enn)







