Sragen – Penyuluh Agama Islam yang tergabung dalam Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sragen bersama Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Sragen menggelar pelaksanaan ibadah kurban Iduladha 1447 H/2026 M di Desa Ngargosari, Kecamatan Sumberlawang, Jumat (29/5). Kegiatan tersebut menjadi wujud kepedulian sosial sekaligus upaya mempererat kebersamaan di tengah masyarakat.
Kegiatan bertema “Bahagiakan Sesama dengan Berkurban” itu merupakan bagian dari rangkaian Hari Lahir (Harlah) IPARI ke-3 Tahun 2026 melalui pilar Gerakan Sosial dan Spiritual dengan mengusung tema nasional “IPARI Merawat Indonesia.”
Pada pelaksanaan tahun ini, Pokjaluh Islam dan IPARI Kabupaten Sragen berhasil menghimpun serta menyembelih 4 ekor sapi dan 4 ekor kambing yang berasal dari para shahibul kurban dan donatur. Salah satu shahibul kurban dalam kegiatan tersebut merupakan Presiden Republik Indonesia.
Lokasi pentasyarufan dipusatkan di Desa Ngargosari, Sumberlawang, Sragen. Pemilihan lokasi didasarkan pada kebutuhan masyarakat agar distribusi daging kurban dapat dirasakan lebih merata dan tepat sasaran. Sebanyak 765 penerima manfaat di Dukuh Jatirejo dan Dukuh Bulak Manyar menerima daging kurban pada momentum Iduladha tahun ini.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penyembelihan hewan kurban sesuai syariat Islam, kemudian dilanjutkan pengajian umum dan pentasyarufan daging kurban kepada masyarakat. Pengajian tersebut menjadi sarana memperkuat nilai keagamaan sekaligus menumbuhkan semangat kepedulian, kebersamaan, dan solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Kegiatan turut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sragen, Fatchur Rochman, bersama jajaran pejabat Kankemenag Sragen, Dharma Wanita Persatuan (DWP), serta unsur Forkopimcam Sumberlawang.


Dalam sambutannya, Fatchur Rochman menyampaikan apresiasi kepada seluruh penyuluh agama Islam, pengurus IPARI, panitia, dan para donatur atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Ibadah kurban tidak hanya menjadi wujud ketaatan kepada Allah Swt., tetapi juga sarana mempererat ukhuwah serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Ketua panitia, Moh. Sholeh, mengatakan bahwa pelaksanaan kurban menjadi momentum memperkuat nilai kepedulian sosial dan persaudaraan di tengah masyarakat.
“Melalui Iduladha, penyuluh agama berupaya menghadirkan manfaat nyata bagi umat sekaligus mempererat hubungan harmonis dengan masyarakat binaan,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua IPARI Kabupaten Sragen, Achmad Darussalam, menegaskan bahwa semangat “IPARI Merawat Indonesia” diwujudkan tidak hanya melalui pembinaan dan penyuluhan, tetapi juga aksi nyata kemanusiaan dan pelayanan masyarakat.
“Kurban adalah bentuk ikhtiar bersama untuk menumbuhkan kepedulian, memperkuat solidaritas, dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat,” tuturnya.

Salah seorang penerima manfaat, Agung Wahyudi, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan keluarga besar Kementerian Agama Kabupaten Sragen, Pokjaluh Islam, dan IPARI Kabupaten Sragen. Menurutnya, bantuan daging kurban sangat membantu masyarakat dan membawa kebahagiaan dalam perayaan Iduladha.
Melalui kegiatan ini, Pokjaluh Islam dan IPARI Kabupaten Sragen berharap semangat pengorbanan, kepedulian, dan gotong royong terus tumbuh di tengah masyarakat. Kurban tidak hanya dimaknai sebagai ibadah ritual, tetapi juga menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah dan menghadirkan kebahagiaan bagi sesama sesuai semangat “IPARI Merawat Indonesia.” (ast/red/enn)










