Sragen (Humas) — Polsek Kalijambe hadir memberikan pembinaan dan penyuluhan penting bagi ratusan peserta didik MAN 3 Sragen. Kegiatan sosialisasi yang mengangkat tema bahaya narkoba, pencegahan perundungan (bullying), serta pentingnya ketertiban berlalu lintas ini diikuti secara antusias oleh seluruh siswa kelas XI dan XII. Acara edukatif tersebut diselenggarakan secara khidmat di lingkungan madrasah, Sabtu (12/9).
Pelaksanaan kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kepedulian pihak kepolisian bersama lembaga pendidikan terhadap tren kenakalan remaja yang kerap mengancam masa depan generasi muda.
Melalui program pembinaan langsung ke madrasah, Polsek Kalijambe berupaya menanamkan kesadaran hukum sejak dini agar para pelajar terhindar dari perbuatan melanggar hukum, baik di dalam maupun di luar lingkungan sekolah. Perundungan, penyalahgunaan zat terlarang, serta pelanggaran tata tertib lalu lintas menjadi fokus utama materi yang disampaikan demi menciptakan lingkungan madrasah yang aman, sehat, dan kondusif.
Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan MAN 3 Sragen, Andip Hermawan, menyambut baik serta mengapresiasi sinergi positif yang terjalin antara pihak kepolisian dan madrasah. Pihaknya menegaskan bahwa pembinaan karakter dan kedisiplinan siswa merupakan prioritas utama demi mengantar peserta didik menjadi generasi yang berakhlak mulia serta taat hukum.
“Kami sangat berterima kasih kepada Polsek Kalijambe atas kesediaannya meluangkan waktu memberikan edukasi langsung kepada siswa kami, karena pembinaan mental dan kedisiplinan ini sangat penting untuk mencegah hal-hal negatif yang merugikan masa depan anak-anak kita,” ujar Andip Hermawan.
Materi inti penyuluhan disampaikan secara interaktif oleh narasumber utama dari Polsek Kalijambe, Aiptu M. Subchan. Dalam pemaparannya, ia mengupas tuntas dampak buruk narkoba yang dapat menghancurkan masa depan fisik maupun mental pelajar, bahaya laten tindakan bullying yang kerap memicu trauma psikologis bagi korban, serta pentingnya mematuhi rambu-rambu lalu lintas demi keselamatan di jalan raya. Kehadiran narasumber yang komunikatif membuat para siswa kelas XI dan XII menyimak setiap penjelasan dengan penuh perhatian dan antusiasme tinggi.
“Remaja adalah aset bangsa yang sangat berharga, sehingga adik-adik sekalian harus menjauhi narkoba, menghentikan segala bentuk perundungan antarteman, serta selalu tertib dan mengutamakan keselamatan saat berkendara di jalan raya,” tegas Subchan.
Melalui kegiatan sosialisasi interaktif ini, pihak MAN 3 Sragen berharap kesadaran hukum dan disiplin sosial para peserta didik semakin meningkat secara signifikan. Kolaborasi berkelanjutan antara aparat penegak hukum dan institusi pendidikan terbukti efektif dalam membentengi pelajar dari pengaruh buruk lingkungan luar.
Ke depan, madrasah berkomitmen untuk terus menggalakkan program-program pembinaan serupa demi mencetak lulusan yang cerdas secara intelektual, matang secara emosional, serta patuh terhadap hukum dan norma yang berlaku di masyarakat. (sns/enn)







