Sragen (Humas) – Sebanyak tujuh siswa kelas 2 Program Tahfidz MIN 1 Sragen mengikuti Ujian Tahfidz Juz 30 dengan metode ujian sekali duduk. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk evaluasi hafalan sekaligus upaya madrasah dalam menumbuhkan kecintaan peserta didik terhadap Al-Qur’an sejak usia dini.
Ujian tahfidz sekali duduk merupakan kegiatan yang menuntut peserta didik untuk menyetorkan hafalan Juz 30 secara berkesinambungan dalam satu kali pelaksanaan. Kegiatan tersebut tidak hanya menguji kekuatan hafalan, tetapi juga kelancaran, ketepatan bacaan, makhraj, serta penerapan kaidah tajwid.
Empat siswa kelas 2 Tahfidz mengikuti ujian hari Selasa (15/9) Afifah Tsabita Shaha dan Belva Zylvecia Keynasheva lulus dengan predikat Mumtaz. Kedua yang anak lainnya Ashila Khairi Ramadhani dan Asna Fikriya Azzahra lulus dengan predikat Jayyid Jidddan. Dengan penuh semangat dan percaya diri. Meskipun masih berada di jenjang kelas 2, mereka menunjukkan kesungguhan dalam menjaga dan melancarkan hafalan yang telah dipelajari melalui program tahfidz di madrasah.
Pelaksanaan Ujian Tahfidz pada hari kedua diikuti oleh 3 siswa pada hari Kamis (17/9) yaitu Fatih Faliq Rahajo dan Danizar Hafiz Winata lulus dengan predikat Mumtaz sedangkan Ananda Golden Anggara Raqila Maulana lulus dengan predikat Jayyid Jiddan. Pelaksanaan ujian juga menjadi momentum untuk memberikan apresiasi terhadap proses belajar yang telah dilakukan siswa selama ini.
Program Tahfidz di MIN 1 Sragen diharapkan tidak sekadar menghasilkan peserta didik yang mampu menghafal Al-Qur’an, tetapi juga membentuk generasi yang dekat dengan Al-Qur’an, berakhlak mulia, disiplin, dan memiliki semangat untuk mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Kepala MIN 1 Sragen Muh Rosyid Ridho, menyampaikan apresiasi kepada ketujuh siswa yang telah mengikuti ujian. Prestasi tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus meningkatkan hafalan dan mencintai Al-Qur’an. “Semoga anak-anak semakin semangat dalam menjaga hafalan, rajin murojaah, dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Apa yang mereka lakukan hari ini merupakan bagian dari proses membangun generasi Qur’ani sejak dini,” ungkapnya.
Keberhasilan mengikuti ujian Tahfidz Juz 30 sekali duduk menjadi pengalaman berharga bagi ketujuh siswa. Semangat mereka diharapkan dapat menginspirasi seluruh siswa MIN 1 Sragen untuk terus belajar, menghafal, dan mencintai Al-Qur’an. (ens/enn)







