Sragen (Humas) – Guru Bahasa Indonesia MAN 2 Sragen, Darwanti, berhasil menorehkan prestasi dengan meraih Juara 1 Lomba Resensi Buku “The Untold Story” tingkat Solo Raya. Prestasi tersebut menjadi kabar membanggakan sekaligus menunjukkan kiprah guru madrasah dalam mengembangkan budaya literasi dan kemampuan menulis.
Lomba resensi buku tersebut dilaksanakan pada 24 September 2026 dan diikuti oleh peserta dari wilayah Solo Raya. Kegiatan ini menjadi salah satu wadah untuk mendorong kemampuan peserta dalam memahami, mengulas, serta menyampaikan gagasan kritis terhadap sebuah karya buku.
Buku yang menjadi bahan resensi dalam perlombaan tersebut berjudul “The Untold Story” karya Astrid Widayani. Melalui lomba ini, peserta dituntut untuk mampu menyajikan ulasan secara menarik, kritis, dan informatif dengan tetap memperhatikan kaidah penulisan resensi.
Setelah melalui proses penilaian, hasil perlombaan kemudian diumumkan pada Selasa (29/9) melalui akun Instagram Gramedia Solo Slamet Riyadi. Pada pengumuman tersebut, Darwanti, dari MAN 2 Sragen ditetapkan sebagai Juara 1 lomba resensi buku tingkat Solo Raya.

Kepala MAN 2 Sragen, Joko Triyono, menyampaikan apresiasi atas capaian yang diraih Darwanti. Menurutnya, prestasi tersebut merupakan bentuk dedikasi dan kompetensi guru yang tidak hanya memberikan dampak positif bagi diri sendiri, tetapi juga dapat menjadi inspirasi bagi warga madrasah untuk terus mengembangkan budaya literasi.
“Kami menyampaikan apresiasi dan selamat kepada Ibu Darwanti atas prestasi yang diraih. Capaian ini menjadi bukti bahwa guru MAN 2 Sragen terus berupaya mengembangkan kompetensi dan memberikan teladan dalam budaya literasi. Semoga prestasi ini dapat menginspirasi guru dan siswa untuk terus berkarya dan berprestasi,” ujar Joko Triyono.
Prestasi Darwanti tersebut sekaligus memperkuat komitmen MAN 2 Sragen dalam membangun budaya literasi melalui keterlibatan aktif guru dalam kegiatan membaca, menulis, dan berkarya. Keberhasilan meraih Juara 1 lomba resensi buku “The Untold Story” tingkat Solo Raya menjadi bukti bahwa semangat literasi dan pengembangan kompetensi guru dapat melahirkan prestasi yang membanggakan bagi madrasah. (re/enn)










