Sragen (Humas) – MAN 2 Sragen telah melaksanakan debat calon Ketua Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) pada Kamis (24/9) di bertempat di halaman Masjid MAN 2 Sragen. Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian Pemilihan Ketua OSIM MAN 2 Sragen sekaligus menjadi sarana bagi murid untuk mengenal lebih dekat visi, misi, gagasan, dan program yang ditawarkan oleh masing-masing calon. Mereka akan berkompetisi pada pemilihan ketua OSIM MAN 2 Sragen yang akan dilaksanakan pada Jumat (25/9).
Tiga kandidat yang mengikuti rangkaian debat, yaitu Naila Khoirunnisa sebagai calon nomor urut 1, Eria Idras Cahya Laila sebagai calon nomor urut 2, dan Aufa Saidah sebagai calon nomor urut 3. Ketiga calon telah menyampaikan gagasan serta menjawab berbagai pertanyaan seputar kepemimpinan, organisasi, dan kontribusi yang dapat diberikan untuk kemajuan madrasah.
Melalui debat tersebut, murid memperoleh kesempatan untuk mencermati gagasan dan program dari masing-masing kandidat sebelum menggunakan hak suaranya dalam pemilihan. Proses ini diharapkan dapat mendorong murid untuk menjadi pemilih yang aktif serta mampu menentukan pilihan berdasarkan informasi dan pertimbangan yang matang.
Kepala MAN 2 Sragen, Joko Triyono, menyampaikan bahwa kegiatan debat tidak hanya menjadi bagian dari proses pemilihan Ketua OSIM, tetapi juga merupakan sarana pembelajaran bagi murid.
“Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pengenalan sekaligus pelatihan tentang kehidupan politik dasar kepada murid, khususnya mengenai proses demokrasi, penyampaian gagasan, penggunaan hak suara, serta belajar menghargai perbedaan pilihan,” tuturnya.
Selain melatih keberanian dalam menyampaikan pendapat, debat calon Ketua OSIM juga diharapkan dapat menumbuhkan sikap kritis, sportif, bertanggung jawab, dan menghargai perbedaan. Murid tidak hanya belajar menjadi pemilih, tetapi juga memahami pentingnya partisipasi dalam menentukan arah organisasi di lingkungan madrasah.
Debat calon Ketua OSIM MAN 2 Sragen menjadi ruang pembelajaran demokrasi yang memberikan pengalaman nyata kepada murid dalam menyampaikan gagasan, mendengarkan perbedaan pandangan, serta menggunakan hak suara secara bertanggung jawab. (re/enn)







