Jakarta (Humas) – Inovasi teknologi dan rekayasa karya murid MAN 1 Sragen kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Melalui inovasi “BRAMARA: Sistem Eco-Swarm Sensor Berbasis Transient Electronics dan UAV VTOL sebagai Solusi Pemantauan Satwa Liar di Indonesia”, MAN 1 Sragen berhasil meraih Juara 3 dalam ajang B-BRAVE Indonesia Research and Innovation Fair (IRIFAIR) 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), pada Kamis (24/9).
Kompetisi tersebut menjadi ajang bergengsi bagi sekolah dan madrasah untuk menampilkan berbagai gagasan serta inovasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. B-BRAVE IRIFAIR 2026 diikuti oleh 336 sekolah dan madrasah dari seluruh Indonesia.
Pada tahap pertama, sebanyak 228 kelompok masuk dalam kluster rekayasa dan teknologi. Selanjutnya, melalui proses seleksi, terpilih tujuh kelompok sebagai finalis untuk mempresentasikan dan mempertahankan inovasinya hingga tahap akhir. Dari tujuh finalis tersebut, tim MAN 1 Sragen melalui BRAMARA berhasil menempati posisi Juara 3.

Prestasi tersebut diraih oleh tim AeroBrave MAN 1 Sragen yang beranggotakan Krima Luay Brajalugit (FL-1), Fathin Najah Taqiyyah (FL-11), dan Azzahra Lintang Endrisa (FL-1) dengan bimbingan Yasinta Novia Sari. Rangkaian kegiatan Indonesia Research and Innovation Fair (IRIFair) 2026 berlangsung pada tanggal 21 hingga 23 September 2026 di Gedung Innovation Convention Center (ICC) Cibinong, kemudian dilanjutkan pada tanggal 24 September 2026 di Auditorium Sumitro Djojohadikusumo, Gedung B.J. Habibie Lantai 3, BRIN Thamrin, Jakarta Pusat.
Keberhasilan tim AeroBrave menjadi Juara 3 merupakan hasil dari proses panjang dalam merancang, mengembangkan, menguji, dan mempresentasikan inovasi BRAMARA. Pencapaian tersebut sekaligus menunjukkan kemampuan murid MAN 1 Sragen dalam mengembangkan gagasan berbasis teknologi yang tidak hanya inovatif, tetapi juga diarahkan untuk menjawab persoalan nyata di bidang lingkungan dan pelestarian satwa liar.
Keunggulan utama dari BRAMARA terletak pada pendekatan teknologi terapan yang ramah lingkungan dan sama sekali tidak merusak ekosistem alami fauna. Guru pembimbing tim, Yasinta, menjelaskan secara langsung konsep mutakhir yang diusung oleh para muridnya tersebut.
“Bramara dirancang untuk memantau satwa liar tanpa mengganggu habitat dan tanpa kontak langsung dengan hewan. Sistemnya bekerja dengan meletakkan sensor suara di wilayah penelitian untuk menerima suara satwa, lalu data diteruskan ke pesawat UAV dan langsung masuk ke dalam database di komputer. Menariknya, sensornya sendiri dirancang biodegradable sehingga tidak menyisakan sampah di alam. Kami sangat bangga atas ketekunan dan kerja keras anak-anak dalam mengembangkan riset ini dari awal hingga berhasil lolos ke babak final,” puji Yasinta.
Kepala MAN 1 Sragen, Windrati, menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas capaian yang diraih tim AeroBrave dalam ajang B-BRAVE IRIFAIR BRIN 2026. Menurutnya, prestasi tersebut menjadi bukti bahwa murid madrasah mampu menghasilkan inovasi yang kompetitif sekaligus memiliki kepedulian terhadap persoalan lingkungan.
“Kami sangat mengapresiasi kerja keras tim AeroBrave yang telah membawa nama MAN 1 Sragen meraih Juara 3 dalam ajang B-BRAVE IRIFAIR BRIN 2026. BRAMARA bukan hanya menunjukkan kemampuan murid dalam bidang teknologi dan rekayasa, tetapi juga menghadirkan gagasan yang memiliki kepedulian terhadap kelestarian satwa dan lingkungan. Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi murid lainnya untuk terus berani meneliti, berinovasi, dan menghasilkan karya yang bermanfaat,” ungkapnya.
Capaian Juara 3 B-BRAVE IRIFAIR BRIN 2026 diharapkan menjadi motivasi bagi MAN 1 Sragen untuk semakin mengembangkan budaya riset dan inovasi di lingkungan madrasah.
Ke depan, BRAMARA diharapkan dapat terus disempurnakan melalui pengembangan teknologi sensor, sistem UAV, pengolahan data, serta pengujian yang lebih luas sehingga manfaatnya dapat semakin optimal dalam mendukung pemantauan satwa liar.
Selain menjadi kebanggaan bagi madrasah, prestasi tersebut diharapkan mampu menumbuhkan keberanian murid untuk menciptakan solusi atas berbagai persoalan di masyarakat melalui pendekatan ilmiah dan teknologi. (sr/sbs/enn)







