Sragen (Humas) – Anggota Palang Merah Remaja (PMR) Wira MAN 3 Sragen tidak hanya belajar menangani kondisi darurat fisik. Mereka juga mendapat pembekalan untuk mengenali dan merespons isu kesehatan mental secara aplikatif di lingkungan sekolah melalui Sosialisasi Kesehatan Mental bersama Puskesmas Kalijambe pada Selasa (29/9).

Bertempat di aula MAN 3 Sragen, kegiatan tersebut menghadirkan dua narasumber ahli di bidang kesehatan masyarakat dan psikologi remaja, yaitu Fetty Tiara Putri dan Margiyati dari Puskesmas Kalijambe. Kehadiran keduanya disambut antusias oleh puluhan anggota PMR Wira yang memadati ruang aula utama dengan penuh konsentrasi mencatat setiap poin penting materi.
Fetty Tiara Putri menjelaskan bahwa persoalan kesehatan mental pada remaja dapat dipengaruhi berbagai kondisi, seperti persoalan individu dan keluarga, tekanan akademik, tuntutan lingkungan sosial, perubahan hormonal, hingga kurangnya dukungan emosional dari orang-orang terdekat.
Dalam pemaparannya, ia juga mengenalkan konsep coping, yaitu cara atau strategi yang digunakan seseorang untuk menghadapi tekanan, stres, maupun situasi traumatis. Pemahaman ini membantu peserta melihat bahwa respons terhadap tekanan dapat berbeda pada setiap orang.
“Coping adalah cara atau strategi sadar maupun tidak sadar yang digunakan seseorang untuk mengatasi tekanan, stres, atau situasi traumatik, di mana faktor penyebab gangguan kesehatan mental biasanya berasal dari individu, keluargam tekanan akademis yang tinggi, tuntutan lingkungan sosial, perubahan hormonal masa remaja, hingga minimnya dukungan emosional dari support system terdekat,” ujar Fetty.
Menyambung pemaparan tersebut, Margiyati memberikan panduan praktis penanganan awal saat menghadapi kelelahan mental atau burnout. Peserta diajak memperhatikan pola hidup sehat (pengaturan pola tidur dan gizi seimbang), membangun komunikasi terbuka sebagai support system positif, melakukan teknik relaksasi pernapasan sederhana, serta memperkuat ketahanan diri dengan mendekatkan diri pada nilai-nilai spiritual agama.
Pembekalan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pemahaman anggota PMR mengenai kesehatan. Selain memiliki keterampilan pertolongan pertama, mereka didorong untuk lebih peka terhadap kondisi teman di sekitarnya dan mengetahui langkah yang tepat ketika menemukan teman yang sedang mengalami tekanan.
Melalui kegiatan ini, MAN 3 Sragen memastikan anggota PMR Wira tidak hanya cakap pertolongan pertama fisik, tetapi juga siap menjadi garda depan untuk memberikan dukungan kesehatan mental kepada teman sebaya dengan langkah-langkah yang adaptif dan solutif. (sns/enn)







