Yogyakarta (Humas) – Kamis (21/5), tim riset siswa MAN 1 Sragen sukses meraih Juara 2 dalam ajang Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) bergengsi Mechanical Fair 2026 yang diselenggarakan oleh Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.
Kompetisi ilmiah yang mempertemukan berbagai inovator muda berbakat dari seluruh penjuru Indonesia ini berlangsung selama dua hari, yakni 20 hingga 21 Mei 2026. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata atas kualitas dan ketajaman berpikir kritis yang dimiliki oleh generasi muda madrasah dalam merespons isu-isu global yang krusial.

MAN 1 Sragen dalam ajang ini menurunkan talenta terbaiknya dari siswa Fase F riset, yaitu Azwinda Putri Cahyani, Fathin Najah Taqiyyah, dan Tabina Odelia Hawa. Di bawah bimbingan intensif dari guru pembimbing yang sarat pengalaman, Indah Miftakul Jannah, tim ini berhasil melaju hingga babak final dan mempresentasikan karya mereka dengan sangat memukau di hadapan dewan juri.
Sinergi yang kuat antara kreativitas siswa dan arahan yang tepat dari para pembimbing mampu menghasilkan performa presentasi yang dinamis, solutif, serta berbobot ilmiah tinggi.
Inovasi luar biasa yang berhasil mengantarkan mereka ke podium juara dinamakan FLOODIFY. Karya ini merupakan sebuah inovasi teknologi mutakhir berupa unit filtrasi air banjir berbasis Internet of Things (IoT) yang dirancang khusus untuk mengatasi krisis air bersih di wilayah terdampak bencana secara cerdas dan mandiri.
Secara teknis, FLOODIFY mengusung sistem multistage adaptive filtration bertenaga surya dengan optimasi via smart sensor IoT. Melalui alat ini, air banjir yang kotor dan tercemar dapat disaring secara bertahap menggunakan energi ramah lingkungan hingga aman digunakan, sementara seluruh proses pemantauan kualitas airnya bisa dikendalikan secara digital dari jarak jauh.
Keberhasilan ini disambut dengan rasa syukur yang mendalam oleh tim pembimbing. Indah Miftakul Jannah, tim pembimbing lomba, mengungkapkan rasa haru dan apresiasinya atas dedikasi tanpa lelah yang ditunjukkan oleh para siswi selama proses riset.
“Kami sangat bersyukur dan bangga atas pencapaian luar biasa anak-anak di UGM. Inovasi FLOODIFY ini lahir dari kepedulian mendalam mereka terhadap korban bencana banjir yang selalu kesulitan mengakses air bersih, dan mereka mampu mewujudkannya dalam bentuk teknologi IoT terapan yang dinilai sangat aplikatif serta visioner oleh para dewan juri,” ujar Indah.
Apresiasi tinggi juga disampaikan oleh Kepala MAN 1 Sragen, Windrati. Beliau menegaskan bahwa capaian ini menjadi bukti bahwa madrasah mampu berada di garda depan dalam penguasaan sains modern.
“Prestasi Juara 2 di Mechanical Fair UGM 2026 ini adalah kado yang sangat indah bagi madrasah kita. Melalui kegiatan lomba karya tulis ilmiah seperti ini, harapan kami tidak hanya sekadar meraih trofi, melainkan dapat terus menumbuhkan budaya literasi, iklim riset yang kuat, serta melahirkan inovasi-inovasi konkret yang memiliki nilai guna tinggi bagi masyarakat luas secara berkelanjutan,” pungkas Windrati. (sr/sbs/enn)










