Sumberlawang (Humas) — Sebanyak 127 orang tua murid baru MIN 5 Sragen mengikuti kegiatan Awalussanah yang dirangkai dengan seminar parenting, Kamis (23/7). Pertemuan ini menjadi ruang menyamakan langkah antara madrasah dan keluarga dalam mendampingi tumbuh kembang anak melalui pembiasaan yang selaras di madrasah maupun di rumah.
Mengusung tema “Peran Guru dan Orang Tua dalam Mendidik Anak Menuju Generasi Emas”, kegiatan tersebut menegaskan bahwa pendidikan anak merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan keterlibatan aktif antara guru dan orang tua.
Pengawas Madrasah Kecamatan Sumberlawang, Rohmadi, mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menyiapkan generasi masa depan yang unggul, berintegritas, dan religius.
Menurutnya, proses tersebut tidak dapat dilakukan secara instan, melainkan membutuhkan sinergi yang berkelanjutan antara pendidikan di keluarga, madrasah, dan lingkungan masyarakat.
“Anak-anak yang kita didik hari ini adalah calon penerus bangsa yang kelak akan mengisi Indonesia Emas. Karena itu, mereka perlu dibekali tidak hanya dengan ilmu pengetahuan, tetapi juga karakter yang baik dan nilai-nilai keagamaan yang kuat,” ujarnya.
Kepala MIN 5 Sragen, Rohmawati, menyampaikan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari kebiasaan baik yang tumbuh dalam kehidupan sehari-hari peserta didik.
Untuk itu, madrasah terus menanamkan berbagai pembiasaan positif, seperti salat berjamaah, membaca Al-Qur’an, berdoa sebelum dan sesudah belajar, menjaga kebersihan, disiplin, jujur, serta membiasakan budaya salam, senyum, sapa, sopan, dan santun.
Menurutnya, pembiasaan tersebut akan memberikan hasil yang lebih optimal apabila turut dilanjutkan di lingkungan keluarga sehingga anak memperoleh teladan dan pendampingan yang konsisten.
Kegiatan ini juga menghadirkan Ustadz Ukasyah sebagai narasumber seminar parenting. Dalam tausiyahnya, ia mengajak para orang tua mensyukuri kesempatan menyekolahkan putra-putrinya di madrasah berbasis agama sekaligus menempatkan pendidikan anak sebagai prioritas utama dalam keluarga.
“Tidak ada aset yang lebih berharga daripada keluarga yang saleh. Harta dan jabatan bisa hilang, tetapi anak yang saleh akan menjadi investasi dunia dan akhirat bagi orang tuanya,” tuturnya.
Melalui kegiatan Awalussanah ini, MIN 5 Sragen berharap komunikasi dan kolaborasi antara guru dan orang tua semakin erat sehingga berbagai pembiasaan baik yang ditanamkan di madrasah dapat terus tumbuh dan berkembang di rumah.
Dengan pendampingan yang selaras, anak-anak diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang beriman, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (dew/enn)









