Ngargoyoso (Humas) – Semangat kepramukaan membara di kalangan murid kelas X MAN 2 Sragen dalam kegiatan Perkemahan dan Pelantikan Bantara yang digelar tiga hari, mulai 9 hingga 11 Juni 2026. Bertempat di Bumi Perkemahan Segoro Gunung, Ngargoyoso, Karanganyar, kegiatan ini mengusung tema “Tepa Salira dan Tepas Kendhalisada” yang bermakna toleransi, memahami kedudukan sesama, serta memiliki keteguhan hati dan kearifan dalam bersikap dan bertindak.

Sebanyak 280 murid kelas X antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang dirancang untuk membentuk karakter, kedisiplinan, solidaritas, serta ketangguhan mental dalam semangat kebersamaan.
Kepala Tata Usaha MAN 2 Sragen, Sulistyawan dalam sambutan upacara pembukaan, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar latihan kepramukaan, melainkan sarana pembentukan karakter murid. “Tema yang diambil sangat relevan dengan nilai budaya dan agama. Tepa Salira mengajarkan untuk menghormati orang lain, sedangkan Tepas Kendhalisada menuntut kita teguh memegang prinsip kebenaran. Semoga menjadi bekal hidup para murid,”ujarnya.
Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari dengan jadwal yang padat dan penuh makna. Pada hari pertama, peserta menjalani pembukaan, pengenalan materi dasar seperti rescue, Peraturan Baris-Berbaris (PBB) dan dilanjut dengan tukar kado, sebagai simbol persaudaraan. Sesi ini bertujuan menanamkan kedisiplinan dan keterampilan dasar yang wajib dimiliki anggota pramuka.
Memasuki hari kedua, peserta diajak berpetualang dalam kegiatan Wide Game yang melatih kerja sama tim dan strategi. Keseruan berlanjut dengan acara Survival Kit yang mengenalkan peserta pada keterampilan bertahan hidup di alam. Puncak hari kedua ditutup dengan Api Unggun, sebagai simbol penyatuan semangat dan tekad pramuka muda. Diiringi yel-yel, penampilan seni, dan renungan malam, momen ini menjadi sangat reflektif bagi peserta sebelum menuju tahap akhir.
Hari ketiga diawali dengan Bakti Buper dan Bakti Tenda, di mana peserta diajarkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan perkemahan dan bertanggung jawab atas perlengkapan yang digunakan. Puncak kegiatan yaitu upacara pelantikan Bantara, dalam suasana yang khidmat, seluruh peserta mengucapkan Satya dan Darma Pramuka, dilanjutkan dengan penyerahan tanda tingkatan Bantara oleh pembina menandai babak baru dalam perjalanan mereka sebagai anggota Pramuka yang lebih dewasa dan bertanggung jawab.
Dengan berakhirnya kegiatan ini, para peserta pulang dengan bekal semangat, pengetahuan, dan kenangan yang tak terlupakan serta menjadi murid yang berkarakter, mandiri, dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar. (rgl/enn)







