Sragen (Humas) – Dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, MTsN 2 Sragen menggelar Pengajian Muharram di Masjid Baitul Hikmah pada Senin (15/6). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa kelas VII dan VIII, serta segenap guru dan tenaga kependidikan sebagai sarana memperkuat keimanan dan menumbuhkan semangat hijrah menuju pribadi yang lebih baik.
Acara diawali dengan sambutan dari Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Hananto. Dalam sambutannya, ia menyampaikan harapan agar momentum pergantian tahun hijriah menjadi sarana introspeksi dan peningkatan kualitas keimanan seluruh warga madrasah.
“Semoga pada momen ini iman kita mengalami peningkatan. Semoga pengajian hari ini mampu memberikan pencerahan bagi kita semua,” ungkapnya. Hananto juga menginstruksikan seluruh siswa untuk membuat resume materi pengajian sebagai bentuk penguatan literasi sekaligus refleksi atas ilmu yang diperoleh selama kegiatan berlangsung.
Hadir sebagai narasumber, KH Imam Ghozali dari Sragen menyampaikan tausiyah tentang makna pergantian tahun hijriah serta berbagai amalan yang dianjurkan pada bulan Muharram. Beliau menjelaskan bahwa umat Islam disunahkan membaca doa penutup tahun hijriah setelah salat Asar pada hari terakhir bulan Dzulhijjah dan membaca doa pembuka tahun setelah salat Magrib saat memasuki bulan Muharram.
Dalam ceramahnya, KH Imam Ghozali mengajak peserta untuk merenungkan tiga dimensi waktu dalam kehidupan. Menurutnya, masa lalu perlu diistighfari dengan memperbanyak memohon ampun kepada Allah Swt. atas segala kesalahan yang pernah dilakukan. Masa kini harus disyukuri dengan memanfaatkan setiap nikmat yang diberikan Allah untuk hal-hal yang bermanfaat. Adapun masa depan harus disikapi dengan penuh kehati-hatian agar setiap langkah yang diambil senantiasa berada dalam jalan kebaikan.
“Manusia hidup dengan tiga waktu. Masa lalu untuk diistighfari, masa kini untuk disyukuri, dan masa depan harus dihadapi dengan hati-hati,” pesan beliau kepada para peserta pengajian.
Selain itu, KH Imam Ghozali juga menganjurkan berbagai amalan yang dapat dilakukan selama bulan Muharram, seperti memperbanyak silaturahmi dengan orang-orang saleh, menjenguk orang sakit, menyantuni anak yatim, serta meningkatkan kualitas ibadah melalui wirid dan dzikir. Di antaranya dengan membaca Surat Al-Ikhlas sebanyak 1.000 kali dalam kurun waktu satu bulan dan membaca Ayat Kursi sebanyak 350 kali.
Para siswa tampak mengikuti kegiatan dengan penuh perhatian dan antusias. Suasana pengajian berlangsung khidmat, mencerminkan semangat warga madrasah dalam menyambut Tahun Baru Islam dengan memperbanyak ilmu dan amal kebaikan.
Melalui kegiatan ini, MTsN 2 Sragen berharap bulan Muharram tidak hanya menjadi penanda pergantian tahun dalam kalender Islam, tetapi juga menjadi momentum hijrah bagi seluruh warga madrasah untuk memperbaiki diri, meningkatkan ketakwaan, serta memperkuat kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari. (zhr/enn)









