Sragen (Humas) — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sragen melalui PD IPARI (Ikatan Penyuluh Agama Islam Republik Indonesia) Kabupaten Sragen menggelar kegiatan Bersih-Bersih Rumah Ibadah sekaligus Launching Program Griya Nata (Gerakan Rumah Ibadah yang Asri, Nyaman, dan Tertata) di Pura Jagat Pati, Kecamatan Masaran, Senin (15/6/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sragen, H. Fatchur Rochman, Kasubbag Tata Usaha, para Kepala Seksi dan Penyelenggara, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Ketua PHDI, Ketua WHDI, tokoh lintas agama, Forkopimcam Kecamatan Masaran, serta para penyuluh agama yang tergabung dalam PD IPARI Kabupaten Sragen.
Acara diawali dengan apel pembukaan dan arahan teknis, kemudian dilanjutkan kerja bakti membersihkan area Pura Jagat Pati sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan rumah ibadah sekaligus penguatan semangat toleransi dan kerukunan antarumat beragama.
Dalam sambutannya, Pengempon Pura Jagat Pati, I Ketut Ardana, menyampaikan sejarah berdirinya Pura Jagat Pati yang dibangun atas dasar semangat kebersamaan dan persaudaraan antarwarga. Menurutnya, pura tersebut tidak hanya menjadi pusat ibadah umat Hindu, tetapi juga simbol keharmonisan masyarakat yang hidup berdampingan dalam keberagaman.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan lintas agama ini. Bersih-bersih rumah ibadah dan launching Program Griya Nata merupakan bentuk nyata kepedulian bersama untuk menjaga rumah ibadah agar tetap asri, nyaman, dan menghadirkan kedamaian bagi seluruh masyarakat,” ujar I Ketut Ardana.
Ketua PD IPARI Kabupaten Sragen, Achmat Darus Salam, dalam laporannya menjelaskan bahwa Program Griya Nata merupakan gerakan bersama yang bertujuan mewujudkan rumah ibadah yang bersih, nyaman, asri, dan tertata sebagai pusat pembinaan umat sekaligus simbol kerukunan masyarakat.
“Kegiatan ini bukan hanya menjaga kebersihan fisik rumah ibadah, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong, kebersamaan, dan moderasi beragama di tengah masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sragen, H. Fatchur Rochman, dalam sambutannya sekaligus bincang kerukunan dan moderasi beragama menyampaikan apresiasi atas sinergi seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keharmonisan kehidupan beragama di Kabupaten Sragen.
“Kerukunan tidak cukup hanya diwacanakan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Salah satunya melalui kegiatan seperti ini, ketika kita bersama-sama merawat rumah ibadah sebagai simbol kedamaian, persaudaraan, dan penghormatan terhadap keberagaman,” tutur Fatchur Rochman.


Ia menambahkan bahwa rumah ibadah yang bersih, nyaman, dan tertata akan memberikan suasana yang kondusif bagi umat dalam menjalankan ibadah serta memperkuat nilai-nilai toleransi di tengah masyarakat.
“Rumah ibadah yang terawat bukan hanya menjadi tempat beribadah, tetapi juga menjadi wajah kerukunan umat beragama. Dari tempat-tempat seperti inilah nilai persaudaraan dan kebersamaan dapat terus tumbuh,” imbuhnya.
Launching Program Griya Nata secara resmi dilakukan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sragen bersama Forkopimcam dan Tokoh Lintas Agama yang ditandai dengan pelepasan lima ekor burung merpati sebagai simbol perdamaian, kerukunan, dan kebebasan dalam hidup berdampingan secara harmonis. Kegiatan berlangsung penuh keakraban dan semangat kebersamaan. Seluruh peserta turut berpartisipasi dalam kerja bakti membersihkan lingkungan pura sebelum acara ditutup dengan foto bersama.
Melalui kegiatan tersebut, Kementerian Agama Kabupaten Sragen berharap semangat moderasi beragama, kepedulian terhadap rumah ibadah, serta nilai gotong royong dan kebersamaan terus tumbuh dan mengakar dalam kehidupan masyarakat Kabupaten Sragen. (usw/irw)









