Sragen (Humas) – Balai Diklat Keagamaan (BDK) Semarang melakukan kunjungan resmi ke MAN 1 Sragen pada Rabu (6/5), dalam rangka melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) pasca-Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Monev ini menjadi instrumen penting bagi BDK Semarang untuk mengukur sejauh mana program pelatihan yang telah diikuti mampu memberikan dampak nyata terhadap kinerja aparatur di lapangan. Kegiatan ini tidak sekadar bertujuan mendata para alumni diklat, tetapi lebih ditekankan pada peninjauan langsung terhadap implementasi ilmu, nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK, serta keberlanjutan inovasi yang telah dirancang peserta selama masa orientasi di lingkungan kerja masing-masing.
Tim monitoring dari BDK Semarang dipimpin oleh Widyaiswara Fatma Widyastuti bersama Afiati Muthmainah. Kehadiran tim tersebut difokuskan untuk melakukan evaluasi mendalam terhadap CPNS atas nama Wildan Syukrini’am, guna melihat konsistensi penerapan hasil aktualisasi yang telah dipresentasikan pada akhir masa Latsar. Proses evaluasi dilakukan melalui wawancara, pemeriksaan dokumen pendukung, hingga pengamatan terhadap perubahan pola kerja dan kontribusi yang diberikan oleh CPNS yang bersangkutan terhadap efektivitas pelayanan pendidikan di MAN 1 Sragen.
Kehadiran tim monev disambut hangat oleh unsur pimpinan madrasah yang diwakili oleh Kepala Tata Usaha, Wawan Kurniawan, serta Wakil Kepala Bidang Kurikulum, Agus Tri Widodo. Dalam kesempatan tersebut, pihak madrasah memberikan apresiasi atas pengawasan berkala yang dilakukan oleh BDK Semarang terhadap para alumninya. Agus menekankan bahwa pendampingan seperti ini sangat membantu madrasah dalam memantau perkembangan kompetensi pegawainya. “Kami sangat mendukung penuh kegiatan monev ini karena menjadi tolok ukur objektivitas bagi kami di madrasah dalam menilai sejauh mana energi positif dan inovasi yang dibawa oleh CPNS baru ini benar-benar terintegrasi dengan kebutuhan kurikulum dan sistem kerja di MAN 1 Sragen,” ujar Agus.
Di sisi lain, Wildan Syukrini’am selaku peserta yang dievaluasi menyatakan bahwa kunjungan ini merupakan motivasi tambahan baginya untuk terus mempertahankan kualitas kinerja pasca-pelatihan resmi. Ia mengaku bahwa tantangan terbesar adalah menjaga konsistensi inovasi tersebut di tengah rutinitas pekerjaan sehari-hari. “Bagi saya, monev ini adalah pengingat sekaligus ruang konsultasi untuk memastikan bahwa apa yang saya pelajari selama Latsar tidak berhenti di atas kertas saja, tetapi terus berkembang menjadi aksi nyata yang bermanfaat bagi siswa dan rekan-rekan guru di sini,” tutur Wildan.
Kunjungan ini diakhiri dengan harapan besar agar hasil monitoring dan evaluasi tersebut dapat menjadi bahan refleksi bagi BDK Semarang dalam menyusun program pelatihan yang semakin relevan di masa depan. Bagi MAN 1 Sragen, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat komitmen ASN di lingkungan madrasah untuk terus berinovasi dan memberikan pelayanan prima. Dengan adanya evaluasi yang terukur, diharapkan setiap CPNS yang telah menyelesaikan masa Latsar dapat bertransformasi menjadi tenaga pendidik maupun kependidikan yang profesional, berintegritas, dan mampu membawa perubahan positif bagi kemajuan dunia pendidikan. (sr/sbs/enn)









