Sragen (Humas) – MTsN 6 Sragen kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun tradisi olahraga prestasi. Sabtu (22/11), tim voli kelas KKO MTsN 6 Sragen melakukan pertandingan sparing menghadapi tim voli MTsN 2 Boyolali di lapangan voli MTsN 2 Boyolali. Pertandingan berlangsung sejak pagi hingga siang hari, menyajikan permainan penuh energi, adu strategi, dan ketangkasan para atlet muda.
Sejak peluit awal dibunyikan, atmosfer pertandingan terasa membara. Tim KKO MTsN 6 Sragen tampil percaya diri dengan serangan-serangan cepat dan smes keras yang beberapa kali memaksa pemain tuan rumah bertahan ketat. Namun, tim MTsN 2 Boyolali tidak tinggal diam. Mereka membalas dengan pola permainan solid, blok tinggi, serta kecepatan rotasi pemain yang memicu gemuruh tepuk tangan para penonton.
Meski berjalan sengit, pertandingan berlangsung dengan penuh sportivitas. Kedua tim tampak menikmati proses bertanding, memperlihatkan mentalitas atlet sejati. Para pelatih dari masing-masing sekolah memberi arahan intens dari pinggir lapangan, memastikan para pemain tidak hanya bermain untuk menang, tetapi juga untuk belajar dan berkembang.

Sparing ini bukan sekadar ajang uji kemampuan teknis, tetapi merupakan bagian dari program rutin kelas KKO MTsN 6 Sragen. Program tersebut dirancang untuk mengasah keterampilan olahraga siswa melalui pertandingan langsung di lapangan, sekaligus membentuk karakter disiplin, tangguh, dan berjiwa kompetitif. Melalui pertandingan seperti ini, para atlet muda diharapkan mendapatkan pengalaman nyata menghadapi lawan dengan level permainan yang berbeda.
Kegiatan di Boyolali ini menjadi bukti bahwa pembinaan olahraga tidak hanya berhenti di ruang latihan. Pertandingan tandang membuka ruang bagi para siswa untuk mengukur kesiapan fisik, mental, serta kemampuan kerja sama tim dalam situasi yang menekan. Setiap smes, setiap blok, dan setiap servis merupakan pelajaran berharga yang tidak dapat diperoleh dari teori semata.
Ketua Program KKO MTsN 6 Sragen, Sunardi, mengapresiasi performa gemilang para pemain. “Mereka bertanding dengan semangat luar biasa. Inilah tujuan sparing—melatih mental, menambah pengalaman, dan membangun rasa percaya diri di lapangan,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa program sparing akan terus berlanjut sebagai langkah strategis untuk mencetak atlet sekolah yang siap berkompetisi di tingkat lebih tinggi.
Kepala MTsN 6 Sragen, Fandholin, menutup kegiatan dengan penuh optimisme. “Kami ingin para siswa memahami filosofi olahraga: berjuang secara terhormat, menang dengan rendah hati, dan belajar dari setiap kekalahan. Sparing seperti ini menjadi media pembelajaran yang penting bagi mereka,” katanya. Dengan semangat itu, MTsN 6 Sragen memastikan bahwa olahraga bukan hanya prestasi, tetapi juga proses pembentukan karakter yang berkelanjutan. (tm/enn)








