Sragen (Humas) – MTs Negeri 2 Sragen menggandeng Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sragen dalam upaya mewujudkan Madrasah Adiwiyata. Hal tersebut ditandai dengan pelaksanaan sosialisasi program Adiwiyata pada Jumat (22/05) di ruang guru MTsN 2 Sragen. Kegiatan diikuti oleh seluruh guru dan pegawai madrasah.
Dalam sambutannya, Kepala MTs Negeri 2 Sragen, Umartono menyampaikan bahwa madrasah siap menuju Madrasah Adiwiyata tahun ini. Menurutnya, program tersebut sejalan dengan gerakan ASRI (Aman, Sehat, Rindang, Indah) milik Kementerian Agama Kabupaten Sragen yang menekankan pentingnya lingkungan madrasah yang nyaman, sehat, dan hijau.
“MTs Negeri 2 Sragen siap menuju Madrasah Adiwiyata tahun ini. Kami berharap seluruh warga madrasah dapat bersama-sama menjaga lingkungan dan membangun budaya peduli lingkungan di madrasah,” ujar Umartono.
Program Adiwiyata sendiri merupakan program nasional yang bertujuan membentuk sekolah atau madrasah yang peduli dan berbudaya lingkungan. Melalui program ini, warga sekolah didorong untuk menerapkan perilaku ramah lingkungan, menjaga kebersihan, melakukan pengelolaan sampah, serta menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan asri.
Sosialisasi menghadirkan dua narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sragen, yakni Nur Hidayati dan Erna Kusuma Wardani. Dalam pemaparannya, keduanya menjelaskan berbagai indikator penilaian Adiwiyata, mulai dari kebijakan madrasah, kegiatan berbasis lingkungan, hingga pengelolaan sarana pendukung yang ramah lingkungan.

Nur Hidayati menyampaikan bahwa keberhasilan program Adiwiyata membutuhkan keterlibatan seluruh warga madrasah. “Adiwiyata bukan hanya tentang kebersihan, tetapi bagaimana budaya peduli lingkungan dapat menjadi kebiasaan sehari-hari di lingkungan madrasah,” jelasnya.
Selain itu, para peserta juga mendapatkan arahan mengenai langkah-langkah yang perlu dipersiapkan agar program Adiwiyata dapat berjalan secara maksimal dan berkelanjutan di lingkungan madrasah.
Menutup kegiatan, kedua narasumber berkeliling lingkungan MTsN 2 Sragen untuk melihat kondisi lapangan secara langsung. Dalam kesempatan tersebut, keduanya turut memberikan sejumlah saran dan masukan guna mendukung kesiapan madrasah menuju predikat Madrasah Adiwiyata. (zhr/enn)









