Sragen (Humas) – Siswa MTsN 4 Sragen belajar mengenali dan memberikan pertolongan awal pada luka psikologis melalui edukasi bersama Puskesmas Plupuh, Selasa (8/9). Materi yang disampaikan mencakup cara merespons teman yang sedang mengalami tekanan emosional, mulai dari mendengarkan dengan empati hingga mengarahkan untuk mendapatkan bantuan yang tepat.
Kegiatan tersebut mengangkat berbagai persoalan yang dekat dengan kehidupan pelajar, seperti tekanan belajar, konflik pertemanan, perundungan, maupun situasi lain yang dapat memengaruhi kondisi emosional. Peserta diajak memahami bahwa persoalan psikologis perlu mendapat perhatian dan tidak semestinya dihadapi seorang diri.
Salah satu materi utama adalah langkah pertolongan pertama ketika menghadapi teman yang sedang mengalami masalah. Respons yang dapat dilakukan antara lain mendengarkan tanpa menghakimi, menunjukkan kepedulian, memberikan rasa aman, serta menghindari sikap yang justru dapat membuat seseorang merasa disalahkan atau semakin tertekan.
Peserta juga diajak mengenali batasan dalam memberikan dukungan. Tidak semua persoalan dapat diselesaikan oleh teman sebaya. Ketika kondisi membutuhkan penanganan lebih lanjut, langkah yang tepat adalah menghubungkan teman tersebut dengan guru, orang tua, tenaga kesehatan, atau pihak lain yang dapat memberikan bantuan secara profesional.
Selain memahami cara mendukung orang lain, edukasi ini juga mendorong kepedulian terhadap kondisi diri sendiri. Mengenali perubahan emosi, memahami apa yang dirasakan, berani bercerita kepada orang yang dipercaya, serta mencari bantuan ketika menghadapi kesulitan menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan psikologis.
Plt. Kepala MTsN 4 Sragen, Amiruddin, menyampaikan bahwa kesehatan psikologis merupakan bagian penting dalam mendukung perkembangan siswa.
“Kami berharap melalui kerja sama dengan Puskesmas Plupuh ini, siswa semakin peduli terhadap kondisi dirinya dan teman-temannya serta mampu memberikan dukungan awal dengan cara yang tepat,” ungkapnya.
Melalui kegiatan tersebut, kepedulian terhadap kesehatan psikologis diharapkan tidak berhenti pada pemahaman materi, tetapi tumbuh menjadi kebiasaan untuk saling mendengarkan, menghargai, dan menciptakan lingkungan madrasah yang aman dan nyaman bagi seluruh warga madrasah. (djoksus/enn)







