Plupuh (Humas) – Praktik demokrasi tidak hanya berlangsung dalam ranah politik seperti pemilihan umum legislatif, tetapi juga mulai diperkenalkan di lingkungan pendidikan. Hal ini terlihat dalam kegiatan pemilihan Ketua Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) di MTsN 4 Sragen yang digelar pada Kamis (30/4).
Pemilihan ketua OSIM tersebut dikemas menyerupai mekanisme Pemilu, sebagai upaya memberikan pemahaman langsung kepada siswa mengenai proses demokrasi. Sebanyak 687 siswa kelas VII dan VIII berpartisipasi menggunakan hak pilihnya secara bergantian sesuai dengan Daftar Pemilih Tetap (DPT).
Kepala MTsN 4 Sragen, Sardi, menyampaikan bahwa seluruh warga madrasah diharapkan mengikuti seluruh rangkaian proses hingga selesai. “Kegiatan ini merupakan sarana pembelajaran bagi siswa dalam memilih pemimpin yang dapat diandalkan. Para kandidat juga dituntut menunjukkan kreativitas dan kemampuan untuk menarik simpati pemilih,” ujarnya.
Pembina OSIM, Didik Hardi Handoko, memberikan arahan teknis terkait tata cara pemilihan yang disusun menyerupai prosedur Pemilu. Panitia yang telah dibentuk pun bertugas memastikan seluruh tahapan berjalan tertib dan lancar.
Pemilihan diikuti oleh tiga pasangan calon, yaitu:
Nomor urut 1: Reyhan A. Alif Nur Hida-Ayya Annafi Nur
Nomor urut 2: Ahmad Hanun-Shafa Fitriya
Nomor urut 3: Dani Risky P.-Sekar Setya N.
Setelah mendapatkan arahan, para siswa menuju Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk mengikuti tahapan pemilihan, mulai dari pendaftaran, pengambilan surat suara, hingga pencoblosan di bilik suara.

Adapun hasil pemilihan menunjukkan bahwa pasangan nomor urut 3, Dani Risky P. dan Sekar Setya N., memperoleh suara terbanyak dengan 414 suara. Disusul pasangan nomor urut 2 Ahmad Hanun-Shafa Fitriya dengan 170 suara, dan pasangan nomor urut 1 Reyhan A. Alif Nur Hida-Ayya Annafi Nur dengan 56 suara. Terdapat pula 14 suara tidak sah.
Salah satu petugas TPS, Sherli Fatkul Husnah, mengaku senang dapat terlibat dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, pengalaman ini memberikan bekal berharga untuk memahami proses pemilihan yang benar saat kelak memiliki hak pilih.

Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa dapat memahami praktik demokrasi secara langsung, menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab, serta belajar menentukan pemimpin. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana pembentukan karakter, kerja sama, dan kemampuan menyelesaikan masalah. (djoksus/enn)










