Sragen (Humas) – Bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional, MAN 1 Sragen menggelar acara puncak Final Lomba Pidato Bahasa Indonesia pada Sabtu (2/5). Kegiatan yang berlangsung di Perpustakaan Ali Bin Abi Thalib ini mengusung tema “Berani Bermimpi Berani Belajar, Pendidikan sebagai Kunci Memutus Rantai Kemiskinan”. Acara ini menjadi panggung bagi para orator muda madrasah untuk menyuarakan gagasan kritis mereka mengenai peran strategis pendidikan dalam mengubah nasib bangsa dan individu di masa depan.
Acara final ini dibuka secara resmi oleh Agus Tri Widodo selaku Wakil Kepala Bidang Kurikulum MAN 1 Sragen. Dalam sambutan pembukaannya, beliau menekankan bahwa kemampuan berbicara di depan publik bukan sekadar ajang unjuk bakat, melainkan bekal kepemimpinan bagi siswa. “Kompetisi ini adalah sarana untuk mengasah kematangan berpikir dan keberanian berpendapat. Kami ingin siswa madrasah tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga cakap dalam mengomunikasikan ide-ide perubahan bagi masyarakat,” ungkap Agus saat membuka kegiatan di hadapan para finalis.
Kompetisi ini diikuti oleh perwakilan dari seluruh kelas, yakni 12 kelas dari Fase E dan 11 kelas dari Fase F. Namun, untuk mencapai tahap final, para peserta harus melalui proses seleksi pemilihan video pidato yang sangat ketat. Hanya mereka yang memiliki kekuatan retorika dan kesesuaian materi terbaik yang berhak tampil langsung di Perpustakaan Ali Bin Abi Thalib. Kepala Perpustakaan MAN 1 Sragen, Isnaini Desiana Sari menyatakan kegembiraannya atas terlaksananya lomba ini. “Perpustakaan adalah jantung ilmu pengetahuan, dan kehadiran para orator ini menghidupkan suasana literasi di sini. Kami berharap semangat mencari ilmu dan keberanian bicara ini terus tumbuh beriringan dengan hobi membaca siswa,” tuturnya.
Setelah melalui persaingan yang sangat kompetitif, dewan juri menetapkan para pemenang dari masing-masing kategori. Pada kategori Fase E, gelar juara pertama berhasil diraih oleh Henggar Pambudi dari kelas E5, diikuti oleh Mahardika Trio Pratama (E11) sebagai juara kedua, dan Berlyana Yosa E (E12) sebagai juara ketiga. Sementara itu, juara harapan 1 dan 2 masing-masing diraih oleh Karin Putri Zahrani (E9) dan Nabila Rihhadatul Aisy (E1). Di sisi lain, pada kategori Fase F, juara pertama diraih oleh Mu’azarah Khalisna Pratama (F10), disusul oleh Nadia Junia (F9) sebagai juara kedua, Melati Nonieka (F6) juara ketiga, serta Mursid J. U (F3) dan Nabila Izanatun N. (F1) sebagai juara harapan 1 dan 2.
Penyelenggaraan lomba pidato ini diharapkan tidak hanya menjadi seremoni peringatan Hardiknas semata, namun mampu menjadi pemantik semangat belajar yang berkelanjutan bagi seluruh siswa. Melalui pesan “Berani Bermimpi Berani Belajar”, madrasah berharap para siswa semakin menyadari bahwa pendidikan adalah jalur utama untuk mengangkat derajat keluarga dan memutus rantai kemiskinan. Dengan kemampuan orasi yang mumpuni, diharapkan lahir generasi baru yang percaya diri, memiliki empati sosial, dan mampu menjadi penggerak kemajuan di lingkungannya masing-masing. (sr/sbs/enn)








