Sragen (Humas) – Usia yang masih belia bukanlah penghalang untuk menorehkan prestasi di tingkat yang lebih tinggi. Hal itulah yang dibuktikan oleh Muhammad Fadhlan Makarim, siswa kelas VII MTsN 6 Sragen yang berhasil menembus Olimpiade Sains Madrasah (OSMA) dan Olimpiade Sains Nasional (OSN) mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) hingga tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026.
Prestasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi MTsN 6 Sragen. Pasalnya, seleksi OSMA maupun OSN mempertemukan siswa-siswa terbaik dari seluruh SMP dan MTs se-Kabupaten Sragen. Di tengah persaingan yang begitu kompetitif, Fadhlan mampu menunjukkan bahwa semangat belajar, ketekunan, dan keberanian untuk berkompetisi mampu mengantarkannya menjadi salah satu wakil Kabupaten Sragen di tingkat provinsi.
Keberhasilan itu terasa semakin istimewa mengingat Fadhlan masih duduk di bangku kelas VII. Meski baru menjalani tahun pertamanya di madrasah, ia telah mampu bersaing dengan peserta dari jenjang kelas yang lebih tinggi. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa prestasi tidak ditentukan oleh usia ataupun tingkat kelas, melainkan oleh kesungguhan dalam belajar dan kemauan untuk terus berkembang.
Fadhlan merupakan putra pertama dari pasangan Rudiyanto dan Ismiyatul Khasanah. Di balik prestasinya, ia dikenal sebagai pribadi yang sederhana dan rendah hati. Waktu luangnya banyak dihabiskan untuk bersepeda dan membaca buku, dua kegiatan yang menurutnya mampu menjaga pikiran tetap segar sekaligus memperluas wawasan.
Menariknya, mata pelajaran favorit Fadhlan justru Bahasa Indonesia. Menurutnya, kemampuan memahami bacaan, menganalisis informasi, serta menyampaikan gagasan secara runtut merupakan bekal penting dalam mempelajari berbagai disiplin ilmu, termasuk Ilmu Pengetahuan Sosial yang mengantarkannya melaju hingga tingkat Provinsi Jawa Tengah.
Sejak awal memilih MTsN 6 Sragen, Fadhlan telah memiliki motivasi yang sederhana namun kuat. Ia ingin menjadi bagian dari peserta didik yang mampu meneruskan tradisi prestasi madrasah dalam berbagai kompetisi akademik.
“Saya ingin belajar dan melanjutkan tradisi sebagai wakil madrasah di ajang kompetisi akademis,” ungkap Fadhlan.
Dalam belajar, Fadhlan lebih menyukai metode mendengarkan penjelasan guru secara saksama. Baginya, memahami materi dengan baik jauh lebih penting daripada menghafal. Prinsip itu ia padukan dengan latihan soal secara rutin sehingga mampu membangun pemahaman yang kuat sebelum mengikuti kompetisi.
Saat ditanya mengenai kiat yang membawanya berhasil menembus OSMA dan OSN hingga tingkat Provinsi Jawa Tengah, jawabannya terdengar sederhana namun sarat makna.
“Belajar secukupnya dan kerjakan soal dengan jujur serta sungguh-sungguh,” tuturnya.
Kesederhanaan prinsip tersebut menjadi cerminan karakter Fadhlan. Ia percaya bahwa prestasi tidak hanya dibangun melalui kecerdasan, tetapi juga melalui kejujuran, disiplin, dan kesungguhan dalam setiap proses belajar.
Di balik sederet pencapaiannya, Fadhlan memiliki cita-cita untuk berkarier di sebuah perusahaan. Ia berharap pengalaman mengikuti berbagai kompetisi akademik dapat menjadi bekal untuk membangun kemampuan berpikir kritis, bekerja sama, serta menghadapi tantangan di masa depan.
Kepada teman-teman seusianya, Fadhlan menyampaikan pesan yang singkat, namun penuh makna.
“Belajarlah dengan sungguh-sungguh.”
Kepala MTs N 6 Sragen, Fandholin, menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diraih Fadhlan. Menurutnya, keberhasilan seorang siswa kelas VII menembus dua ajang olimpiade bergengsi hingga tingkat Provinsi Jawa Tengah merupakan capaian yang patut disyukuri sekaligus menjadi bukti kualitas pembinaan akademik di madrasah.
“Prestasi Muhammad Fadhlan Makarim merupakan pencapaian yang sangat membanggakan. Sebagai siswa kelas VII, ia mampu menunjukkan bahwa usia maupun jenjang kelas bukanlah penghalang untuk berprestasi. Keberhasilannya menembus OSMA dan OSN IPS hingga tingkat Provinsi Jawa Tengah menjadi bukti bahwa dengan pembinaan yang baik, semangat belajar, serta kerja keras, peserta didik MTs N 6 Sragen mampu bersaing dengan siswa-siswa terbaik dari seluruh Kabupaten Sragen. Semoga prestasi ini menjadi inspirasi bagi seluruh peserta didik untuk terus mengembangkan potensi yang dimiliki dan tidak pernah takut menghadapi tantangan,” ujar Fandholin.
Prestasi Muhammad Fadhlan Makarim menjadi salah satu catatan membanggakan dalam perjalanan MTs N 6 Sragen pada tahun 2026. Keberhasilannya melangkah hingga tingkat Provinsi Jawa Tengah melalui dua ajang olimpiade bergengsi sekaligus tidak hanya menjadi kebanggaan bagi keluarga dan madrasah, tetapi juga menjadi bukti bahwa potensi besar dapat tumbuh sejak dini ketika dipadukan dengan kerja keras, pembinaan yang tepat, dan semangat untuk terus belajar.
Semoga langkah Fadhlan menjadi inspirasi bagi seluruh peserta didik MTs N 6 Sragen untuk berani bermimpi, berani berkompetisi, dan terus mengukir prestasi di berbagai bidang. (tm/enn)








