Sragen (Humas) – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh peserta didik MTsN 6 Sragen. Di balik capaian nilai sempurna 100 pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dalam Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun 2026, terdapat sosok sederhana yang tekun, disiplin, dan tidak pernah berhenti berikhtiar. Dialah Atiqah Rahmawati, siswi kelas IX asal Godegan, Kragilan, Gemolong, yang berhasil mengukir prestasi membanggakan sekaligus mengharumkan nama madrasah.
Di tengah tingginya standar penilaian TKA, memperoleh nilai sempurna tentu bukan perkara mudah. Hasil tersebut menjadi bukti bahwa keberhasilan selalu berawal dari proses yang dijalani dengan sungguh-sungguh. Bagi Atiqah, setiap lembar materi yang dipelajari, setiap waktu yang digunakan untuk mengulang pelajaran, hingga setiap doa yang dipanjatkan merupakan bagian dari perjalanan menuju hasil terbaik.
Atiqah merupakan putri dari pasangan Mulyono dan Rochimah. Sebagai anak kedua di keluarganya, ia tumbuh menjadi pribadi yang sederhana, rendah hati, dan memiliki semangat belajar yang tinggi. Di sela-sela kesibukan sebagai pelajar, ia juga memiliki hobi menulis, sebuah aktivitas yang menurutnya mampu melatih kemampuan berpikir kritis, menuangkan ide, sekaligus memperkaya wawasan.
Tak heran apabila Bahasa Indonesia menjadi salah satu mata pelajaran favoritnya, selain Pendidikan Agama Islam (PAI). Baginya, Bahasa Indonesia mengajarkan ketelitian dalam memahami bacaan sekaligus kemampuan menyampaikan gagasan secara baik dan benar, sedangkan PAI membentuk karakter serta memperkuat nilai-nilai kehidupan.
Menurut Atiqah, memilih bersekolah di MTsN 6 Sragen merupakan keputusan yang sangat berharga. Ia merasakan bahwa madrasah tidak hanya membekali peserta didik dengan ilmu pengetahuan umum, tetapi juga menanamkan pendidikan akhlak dan moral Islami sebagai bekal menghadapi kehidupan.
“Bersekolah di MTsN 6 Sragen bukan hanya belajar tentang IPA atau Matematika, tetapi juga belajar tentang akhlak dan moral dalam Islam,” ungkap Atiqah.
Dalam proses belajar, Atiqah mengaku lebih mudah memahami materi dengan cara mendengarkan penjelasan guru secara saksama. Metode tersebut kemudian ia padukan dengan menambah jam belajar sepulang sekolah dan membiasakan diri mengulang materi setiap hari agar pemahamannya semakin kuat, khususnya menjelang pelaksanaan TKA.
Baginya, belajar tidak hanya mengandalkan usaha, tetapi juga harus diiringi dengan kekuatan spiritual. Menjelang ujian, Atiqah memperbanyak doa, berikhtiar, serta memohon doa restu kepada kedua orang tuanya sebagai bentuk penghormatan sekaligus sumber semangat dalam mengerjakan setiap soal.
“Saya menambah jam belajar setelah sekolah, mengulang materi setiap hari, berdoa dan berikhtiar kepada Allah Swt. Sebelum mengerjakan TKA, saya juga meminta doa restu kepada orang tua,” tuturnya.
Keberhasilan meraih nilai sempurna pada TKA Bahasa Indonesia semakin menguatkan tekad Atiqah untuk menggapai cita-citanya menjadi seorang guru. Ia berharap suatu saat nanti dapat berbagi ilmu sekaligus menjadi pendidik yang mampu menginspirasi peserta didik sebagaimana para guru yang telah membimbingnya selama belajar di MTsN 6 Sragen.
Di akhir perbincangan, Atiqah menyampaikan pesan yang sederhana namun sarat makna kepada teman-teman seusianya. Menurutnya, kegagalan bukanlah akhir dari sebuah perjalanan, melainkan bagian dari proses menuju keberhasilan.
“Tidak ada mimpi yang gagal. Yang ada hanyalah mimpi yang tertunda. Namun, jika teman-teman merasa gagal dalam mencapai mimpi, jangan khawatir, karena mimpi lain masih bisa diciptakan.”
Prestasi yang diraih Atiqah Rahmawati menjadi bukti bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh kedisiplinan, konsistensi belajar, doa, serta dukungan keluarga. Nilai sempurna 100 pada TKA mata pelajaran Bahasa Indonesia Tahun 2026 menjadi catatan prestasi yang membanggakan bagi dirinya, keluarga, dan MTsN 6 Sragen. Semoga capaian ini menjadi inspirasi bagi seluruh peserta didik untuk terus belajar, berprestasi, serta tidak pernah berhenti bermimpi dan berusaha mewujudkannya.
Menanggapi prestasi tersebut, Kepala MTsN 6 Sragen, Fandholin, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas capaian yang diraih Atiqah Rahmawati. Menurutnya, nilai sempurna yang diperoleh pada mata pelajaran Bahasa Indonesia merupakan buah dari kerja keras, kedisiplinan, serta kesungguhan dalam belajar yang patut dijadikan teladan bagi peserta didik lainnya.
“Prestasi Atiqah menjadi bukti bahwa usaha yang dilakukan secara konsisten, disertai doa dan akhlak yang baik, akan menghasilkan capaian yang luar biasa. Nilai 100 pada TKA Bahasa Indonesia tentu bukan hanya membanggakan keluarga, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi seluruh warga MTsN 6 Sragen. Semoga prestasi ini mampu menginspirasi peserta didik lainnya untuk terus belajar dengan sungguh-sungguh, tidak mudah menyerah, dan selalu yakin bahwa setiap anak memiliki potensi untuk menjadi yang terbaik,” ujar Fandholin. (tm/enn)







