Sragen (Humas) — Aksi penanaman pohon menjadi penutup rangkaian Masa Ta’aruf Madrasah untuk Murid Baru (MATAMUDA) Tahun Pelajaran 2026/2027 di MTsN 8 Sragen, Kamis (16/7). Kegiatan tersebut merupakan implementasi program ekoteologi Kementerian Agama yang mengajak peserta didik menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan melalui aksi nyata.
Penanaman pohon diikuti oleh seluruh peserta Matamuda dengan penuh antusias. Selain menjadi sarana edukasi lingkungan, kegiatan ini juga bertujuan menanamkan karakter cinta alam dan tanggung jawab dalam menjaga kelestarian lingkungan sejak dini.
Aksi tersebut sekaligus menandai berakhirnya rangkaian Matamuda yang telah berlangsung selama empat hari. Selama kegiatan, para murid baru dibekali berbagai materi sebagai bekal beradaptasi di lingkungan madrasah, mulai dari penyuluhan oleh Kepolisian Sektor (Polsek), pelatihan baris-berbaris bersama Koramil, pengenalan lingkungan dan tata tertib madrasah, hingga penguatan budaya madrasah serta informasi mengenai program dan layanan di MTsN 8 Sragen.
Ketua Panitia Matamuda, Abu Ngamar, menyampaikan apresiasi atas dukungan seluruh pihak yang telah menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, Matamuda tidak hanya menjadi ajang pengenalan lingkungan belajar, tetapi juga sarana pembentukan karakter peserta didik sejak hari pertama.
“Alhamdulillah, seluruh rangkaian Matamuda dapat berjalan dengan lancar dan sukses. Kami berharap berbagai materi yang telah diterima dapat menjadi bekal bagi murid baru untuk beradaptasi, belajar dengan semangat, serta berprestasi selama menempuh pendidikan di MTsN 8 Sragen,” ungkapnya.
Melalui kegiatan Matamuda, MTsN 8 Sragen berkomitmen membentuk peserta didik yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki karakter disiplin, peduli lingkungan, cinta tanah air, serta berakhlak mulia sesuai nilai-nilai madrasah. (wvz/enn)








