Sragen (Humas) – Sebanyak 46 guru MTs Negeri 3 Sragen mengikuti supervisi perangkat pembelajaran yang dilakukan Pengawas Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sragen, Nurkholis Muallim, Kamis (3/9). Kegiatan yang berlangsung di Aula MTsN 3 Sragen tersebut menjadi bagian dari pembinaan untuk memastikan perangkat pembelajaran yang disusun guru mendukung proses belajar yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik siswa.
Supervisi mencakup 12 komponen perangkat pembelajaran, mulai dari Kalender Pendidikan, Program Tahunan, Program Semester, Silabus/Alur Tujuan Pembelajaran, RPP/Modul Ajar, jadwal dan agenda harian, hingga daftar nilai, kriteria ketuntasan, instrumen soal, analisis penilaian, serta program remedial.
Selain memeriksa kelengkapan perangkat, supervisi juga diarahkan pada bagaimana perangkat tersebut dapat digunakan sebagai dasar pembelajaran yang terencana. Guru mendapatkan pembinaan secara klasikal dan individual, termasuk kesempatan untuk mempraktikkan pengisian aplikasi, berdiskusi, serta berkonsultasi mengenai kendala yang dihadapi dalam penyusunan perangkat.
Pengawas Madrasah, Nurkholis Muallim, menekankan pentingnya perangkat pembelajaran yang tidak sekadar lengkap secara administratif, tetapi juga relevan dengan kondisi siswa.
“Perangkat harus kontekstual dan sesuai karakteristik siswa MTsN 3 Sragen. Integrasikan teknologi dan penguatan karakter, serta lakukan evaluasi dan refleksi setiap selesai pembelajaran,” ujarnya.
Menurutnya, perencanaan pembelajaran menjadi salah satu unsur penting dalam menciptakan proses belajar yang terarah. Karena itu, guru perlu memastikan setiap perangkat yang disusun benar-benar mendukung pelaksanaan pembelajaran di kelas.
Kepala MTsN 3 Sragen, Syaiful Bahri, mengatakan supervisi tersebut juga menjadi ruang bagi guru untuk memperkuat kompetensi dalam menyusun dan menerapkan perangkat pembelajaran yang selaras dengan Dimensi Profil Lulusan dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC).
“Tujuan utama supervisi ini adalah meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun dan mengimplementasikan perangkat pembelajaran yang sesuai dengan Dimensi Profil Lulusan dan KBC. Kami ingin memastikan setiap guru memiliki perangkat yang lengkap, sistematis, dan berpusat pada siswa,” katanya.
Kegiatan diakhiri dengan penyampaian hasil supervisi dan rekomendasi tindak lanjut. Hasil tersebut menjadi bahan bagi guru untuk melakukan perbaikan perangkat sekaligus mendukung pembelajaran yang semakin sesuai dengan kebutuhan siswa.
Dengan pembinaan dan tindak lanjut tersebut, supervisi diharapkan tidak berhenti pada pemeriksaan administrasi, tetapi menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan proses pembelajaran dan mendukung perkembangan prestasi siswa MTsN 3 Sragen. (evi/enn)







