Sragen (Humas) – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan dunia pendidikan madrasah di Bumi Sukowati. Dua murid andalan MTsN 7 Sragen, Nizam Haikal Hanindito (VII B) dan Zahra Aulia Purdaningrum (VIII D) berhasil memborong gelar Juara 1 Bulutangkis Tunggal Putra dan Tunggal Putri dalam ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Tingkat SMP Kabupaten Sragen tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung pada Selasa (12/5) di Gedung Olahraga Diponegoro Kabupaten Sragen.
Kemenangan ini diraih setelah melalui persaingan sengit melawan atlet-atlet terbaik dari berbagai sekolah menengah pertama di seluruh Kabupaten Sragen. Dominasi atlet MTsN 7 Sragen di lapangan ini membuktikan bahwa murid madrasah mampu bersaing ketat dan unggul di bidang non-akademik, khususnya olahraga.
Keberhasilan ini tidak lepas dari tangan dingin Turmuji, selaku pembina sekaligus pelatih bulutangkis di MTsN 7 Sragen. Di bawah arahannya, para murid menjalani latihan rutin dan disiplin tinggi guna mempersiapkan fisik serta teknik menjelang kompetisi.
“Kami sangat bangga dengan daya juang anak-anak di lapangan. Mereka tidak hanya mengandalkan bakat, tapi juga mental juara yang kuat. Kemenangan ini adalah buah dari latihan keras yang mereka jalani selama ini,” ujar Turmuji saat ditemui seusai pertandingan.
Kepala MTsN 7 Sragen, Nurul Ngaini, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas pencapaian gemilang ini. Beliau menegaskan bahwa pihak madrasah akan selalu mendukung penuh pengembangan bakat minat murid, baik dalam bidang sains, seni, maupun olahraga.
“Alhamdulillah, ini adalah kado indah bagi MTsN 7 Sragen. Terima kasih kepada anak-anakku yang telah berjuang dan Bapak Turmuji yang telah membimbing. Kami berharap prestasi ini menjadi motivasi bagi murid lain untuk terus berprestasi dan membuktikan bahwa Madrasah Mandiri Berprestasi itu nyata,” tutur Nurul Ngaini dengan bangga.
Dengan hasil ini, dua murid MTsN 7 Sragen tersebut secara otomatis akan menjadi wakil resmi Kabupaten Sragen untuk berlaga di ajang O2SN tingkat Provinsi Jawa Tengah 2026. Seluruh keluarga besar madrasah pun memohon doa restu agar mereka dapat kembali membawa pulang medali emas di tingkat yang lebih tinggi. (ns/enn)









