Sragen (Humas) – Pondok Pesantren Ibnu Abbas Assalafy Sragen kembali menyelenggarakan ajang bergengsi tahunan, Ibnu Abbas Tahfidzul Qur’an Contest (ITQON) 2025, pada Kamis (2/9). Kompetisi ini diikuti oleh para santri mulai tingkat MTs hingga MA dengan tujuan utama untuk memotivasi dan memperkuat hafalan Al-Qur’an di kalangan para santri.
ITQON 2025 mempertandingkan lima kategori lomba berdasarkan jumlah hafalan, yaitu kategori 30 Juz, 20 Juz, 10 Juz, 5 Juz, dan 3 Juz. Kegiatan ini menjadi salah satu program unggulan pondok pesantren dalam mencetak generasi penghafal Al-Qur’an yang tidak hanya kuat dalam hafalan, tetapi juga berkarakter dan berprestasi.
Kepala Madrasah Aliyah, Tri Haryanto, menyatakan bahwa ITQON memiliki peran strategis dalam pendidikan para santri. “ITQON merupakan ajang kompetensi tahfidzul Quran, sebagai sarana motivasi santri menghafal Al Quran dan berprestasi,” ujarnya.
Ia juga menambahkan mengenai keutamaan mulia bagi para penghafal Al-Qur’an. “Sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah Saw., ‘Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.’ Melalui kegiatan seperti ITQON ini, kami berharap dapat menanamkan kecintaan yang mendalam terhadap Al-Qur’an dan memotivasi para santri untuk meraih derajat yang tinggi di sisi Allah Swt. Para penghafal Al-Qur’an kelak akan datang sebagai pemberi syafaat bagi keluarganya di hari kiamat,” tuturnya.
Semangat kompetisi ini sangat dirasakan oleh para peserta. Salah satunya adalah Fadhil Ahmad, peserta dari kategori paling bergengsi, 30 Juz. Ia mengungkapkan bahwa partisipasinya dalam lomba ini menjadi pendorong semangatnya dalam menjaga hafalan. “Dengan mengikuti lomba sebagai menyemangati muroja’ah—mengulang hafalan sampai kuat,” ungkapnya. Baginya, ITQON bukan sekadar tentang memenangkan perlombaan, tetapi lebih kepada proses memperkuat dan melancarkan hafalan yang telah ia perjuangkan selama ini.
Penyelenggaraan ITQON 2025 diharapkan dapat terus menjadi pemacu semangat bagi para santri Ponpes Ibnu Abbas Assalafy Sragen untuk senantiasa berinteraksi dengan Al-Qur’an, menjaganya dalam dada, dan kelak menjadi generasi Qur’ani yang bermanfaat bagi umat dan bangsa. (th/enn)









