Sragen (Humas) – MAN 1 Sragen kembali menorehkan prestasi gemilang di bidang literasi digital dan keterbukaan informasi publik. Dalam acara Pembinaan Kinerja dan Pengendalian Internal Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sragen, MAN 1 Sragen resmi dinobatkan sebagai Kontributor Berita Terbaik pada Selasa (27/1). Penghargaan bergengsi ini diserahkan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Saiful Mujab kepada Kepala MAN 1 Sragen, Windrati. Pencapaian ini menjadi bukti nyata dedikasi madrasah dalam menyebarkan informasi positif dan edukatif secara konsisten sepanjang tahun.
Prestasi ini merupakan buah manis dari kerja keras tim kontributor berita dan dokumentasi yang solid. Di balik narasi yang informatif, terdapat peran sentral Alya Wulan Nur Fatimah dan Setiyorini sebagai garda terdepan dalam pengolahan berita. Keberhasilan mereka juga didukung penuh oleh tim dokumentasi yang terdiri dari Suryono Budi Setiawan, Fista Nuhlia Kumala Dewi, dan Niko Andre Prasetyo, yang memastikan setiap momen kegiatan madrasah tersaji melalui visual yang estetik dan representatif. Kolaborasi antara penulis dan fotografer ini berhasil menciptakan standar baru dalam publikasi media sosial dan laman resmi madrasah.
Kepala MAN 1 Sragen, Windrati, mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas dedikasi tim yang tidak kenal lelah dalam membangun citra positif lembaga. “Penghargaan ini adalah kado istimewa bagi seluruh civitas akademika MAN 1 Sragen. Kami berkomitmen untuk menjadikan literasi digital sebagai pilar utama dalam menyebarkan syiar madrasah. Saya berharap prestasi ini memacu semangat tim untuk terus berinovasi dalam menyajikan konten yang kreatif, akurat, dan inspiratif bagi masyarakat luas,” ujar Windrati.
Senada dengan hal tersebut, Setiyorini selaku anggota tim kontributor menyampaikan bahwa tantangan terbesar adalah menjaga konsistensi dan kecepatan dalam melaporkan setiap peristiwa di madrasah. “Kami selalu berusaha mengemas setiap berita agar tidak hanya sekadar laporan kegiatan, tetapi juga memiliki nilai edukasi bagi pembaca. Penghargaan ini menjadi pengingat bagi kami bahwa setiap kata yang kami tulis memiliki dampak besar bagi branding madrasah di mata publik,” jelasnya. Alya Wulan Nur Fatimah pun menambahkan bahwa kerja tim adalah kunci utama. “Tanpa koordinasi yang baik dengan tim dokumentasi, berita yang kami tulis tidak akan terasa hidup. Kami merasa sangat diapresiasi dan lebih termotivasi untuk mempertajam kemampuan jurnalistik kami ke depannya,” ungkap Alya.
MAN 1 Sragen berharap penghargaan ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem digital di lingkungan madrasah. Selain berita, madrasah juga mengembangkan konten multimedia yang lebih variatif, mulai dari podcast hingga video dokumenter pendek. Dengan semangat kolaborasi yang telah terbangun, MAN 1 Sragen optimis dapat terus menjadi pusat informasi yang kredibel sekaligus pelopor dalam gerakan literasi digital di tingkat Kabupaten Sragen dan Provinsi Jawa Tengah. (sr/sbs/enn)






