Sidoharjo (Humas) – Disiplin menjadi penekanan utama dalam pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) di KUA Sidoharjo yang disampaikan Kasubbag Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sragen, Hari Ikhsan Darmawan, pada Senin (3/8). Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa presensi bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan wujud tanggung jawab ASN dalam menjalankan amanah pelayanan kepada masyarakat.
Kehadiran Kasubbag TU disambut oleh Kepala KUA Sidoharjo, Erfandi, beserta seluruh jajaran. Erfandi menyampaikan apresiasi atas pembinaan tersebut yang dinilainya menjadi penyemangat bagi seluruh pegawai untuk terus menjaga disiplin, memperkuat integritas, dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Kami menyambut baik kunjungan pembinaan dari Bapak Kasubbag TU. Arahan dan motivasi yang diberikan menjadi bekal yang sangat berharga bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat kekompakan, dan menjaga integritas sebagai ASN Kementerian Agama,” ujar Erfandi.

Mengawali pembinaan, Hari memperkenalkan diri sekaligus berbagi perjalanan pengabdiannya yang dimulai sebagai CPNS, kemudian dipercaya menjadi penghulu, Kepala KUA, hingga kini mengemban amanah sebagai Kasubbag Tata Usaha. Pengalaman tersebut menjadi gambaran bahwa setiap tahapan pengabdian merupakan proses pembelajaran untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi terbaik bagi institusi.
Dalam arahannya, Hari mengingatkan seluruh ASN agar menjalankan tugas dan fungsi secara optimal serta tidak meninggalkan tempat kerja tanpa kepentingan dinas pada jam kerja. Menurutnya, kedisiplinan yang dimulai dari hal-hal sederhana akan membentuk budaya kerja yang profesional dan berdampak pada kualitas pelayanan publik.
Selain disiplin, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga penampilan sebagai representasi Kementerian Agama. ASN sebagai garda terdepan pelayanan publik dituntut selalu berpenampilan rapi, sopan, dan berwibawa sebagai cerminan citra positif institusi.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh ASN membangun budaya kerja yang dilandasi komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi yang baik. Ia menekankan pentingnya mengedepankan profesionalisme, integritas, loyalitas, serta semangat melayani dalam setiap pelaksanaan tugas.
“Kerja cerdas, kerja ikhlas, rezeki tak terbatas,” pesannya, seraya mengajak seluruh pegawai menjalankan setiap amanah dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab.
Menjelang akhir pembinaan, ia mengingatkan pentingnya berbakti kepada orang tua. Menurutnya, keberhasilan seseorang tidak terlepas dari doa dan rida orang tua. Karena itu, selama orang tua masih ada, hendaknya dirawat dan dihormati dengan sebaik-baiknya. Sementara bagi yang telah ditinggalkan, doa yang tulus hendaknya senantiasa dipanjatkan sebagai bentuk bakti yang tidak pernah terputus.
Melalui pembinaan tersebut, ASN KUA Sidoharjo diharapkan semakin mantap menjaga disiplin, memperkuat integritas, serta menghadirkan pelayanan yang profesional, humanis, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. (usw/enn)







