Sragen (Humas) – MTsN 5 Sragen kembali menorehkan prestasi gemilang dengan berhasil meraih Juara 1 Lomba Adiwiyata Kabupaten Tingkat SMP/MTs dan Juara 1 Lomba Inovasi Lingkungan Hidup yang diumumkan pada hari Rabu (15/10), sedangkan penilaian adiwiyata kabupaten tingkat SMP/MTs dilakukan secara serentak pada akhir Agustus lalu. Dua kemenangan sekaligus ini menunjukkan komitmen kuat madrasah dalam pelestarian lingkungan serta inovasi berkelanjutan.
Lomba Adiwiyata Kabupaten Sragen Tahun 2025 diikuti oleh 47 sekolah dari seluruh wilayah Kabupaten Sragen. Dari jumlah tersebut, sebanyak 27 sekolah menerima penghargaan tingkat kabupaten, sedangkan 20 sekolah tingkat provinsi. MTsN 5 Sragen menjadi wakil dari Kementerian Agama yang berhasil meraih juara 1 adiwiyata tingkat kabupaten dan juara 1 inovasi lingkungan hidup.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, dalam acara yang berlangsung di halaman SD Negeri Saradan 1, Sragen. Ia memberikan apresiasi tinggi kepada para pemenang dan mengajak seluruh sekolah untuk menjadikan penghargaan ini sebagai bagian dari gerakan penghijauan yang lebih masif.
“Menjaga lingkungan bukan tugas satu pihak, tetapi tanggung jawab bersama. Satu pohon yang kita tanam hari ini akan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi banyak orang,” ujarnya penuh semangat.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sragen, Rina Wijaya, menyampaikan laporan perkembangan program Adiwiyata di Sragen. Hingga tahun 2025, tercatat sebanyak 163 sekolah telah menyandang predikat Adiwiyata, dengan rincian 26 sekolah Adiwiyata Mandiri, 27 sekolah adiwiyata nasional, 41 sekolah adiwiyata tingkat provinsi, dan 69 sekolah adiwiyata tingkat kabupaten. Keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi erat antara Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pendidikan, Kementerian Agama, serta para kepala sekolah dan madrasah di Kabupaten Sragen.
Program Adiwiyata yang dijalankan oleh Dinas Lingkungan Hidup, sejalan dengan visi Menteri Agama, Nasaruddin Umar, yang mengusung konsep ekoteologi sebagai pendekatan menjaga alam dan lingkungan sebagai tanggung jawab spiritual. Ekoteologi yang diluncurkan oleh Menag bertujuan untuk mengintegrasikan ajaran agama dengan kesadaran dan tindakan pelestarian lingkungan hidup, sehingga menjaga alam dipandang sebagai bagian dari ibadaah dan tanggung jawab spiritual. MTsN 5 Sragen menjadi bukti nyata keberhasilan implementasi program tersebut di tingkat madrasah.
Usai menerima penghargaan, Kepala MTsN 5 Sragen, Muhsin, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh tim adiwiyata yang terdiri dari guru, siswa (kader adiwiyata), serta pihak yang mendukung program pelestarian lingkungan di madrasah tersebut. “Ini bukan hanya kemenangan MTsN 5 Sragen, tetapi kemenangan seluruh keluarga besar madrasah yang bersama-sama membangun budaya peduli lingkungan,” ujarnya dengan penuh rasa syukur.
Penghargaan ini menjadi motivasi bagi MTsN 5 Sragen untuk terus meningkatkan inovasi dan mengembangkan program-program ramah lingkungan, sekaligus menjadi inspirasi bagi sekolah dan madrasah lain di Sragen dalam menciptakan lingkungan belajar yang bersih, hijau, dan edukatif. (ma/dpw/enn)









