Sragen (Humas) – MIN 9 Sragen menggelar Wisuda Tahfidz Al-Qur’an bagi peserta didik yang telah berhasil menghafalkan Al-Qur’an Juz 27, 28, 29, dan 30 pada Sabtu (31/10). Kegiatan ini menjadi bentuk apresiasi madrasah atas perjuangan dan ketekunan peserta didik dalam menghafal serta menjaga ayat-ayat suci Al-Qur’an.
Suasana khidmat dan bahagia mewarnai rangkaian wisuda. Para peserta didik mengikuti prosesi dengan penuh rasa syukur atas capaian hafalan yang telah mereka raih. Momen ini juga menjadi pengingat bahwa menghafal Al-Qur’an membutuhkan proses panjang, kedisiplinan, dan kesungguhan untuk terus menjaga hafalan.
Kepala MIN 9 Sragen, Siti Marwiyah, menyampaikan kebanggaannya atas keberhasilan para peserta didik menyelesaikan hafalan sesuai dengan target yang ditetapkan. Menurutnya, capaian tersebut merupakan buah dari kerja keras dan ketekunan anak-anak dalam menjalani proses menghafal Al-Qur’an.
“Wisuda tahfidz ini merupakan bentuk apresiasi madrasah kepada anak-anak yang telah berjuang menghafalkan Al-Qur’an. Kami berharap mereka terus menambah dan menjaga hafalan, serta mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sragen, Fatchur Rochman, turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai program tahfidz di MIN 9 Sragen menjadi langkah positif dalam membentuk peserta didik yang memiliki kemampuan keagamaan dan landasan akhlak yang kuat.
Dalam arahannya, Fatchur mengingatkan bahwa keberhasilan menghafal Al-Qur’an tidak berhenti pada pencapaian jumlah juz. Para peserta didik diharapkan terus mempelajari maknanya dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
“Anak-anak yang hari ini diwisuda adalah generasi penerus yang diharapkan mampu menjadi generasi Qur’ani. Menghafal Al-Qur’an bukanlah perkara mudah karena membutuhkan kesungguhan, kesabaran, dan istiqamah. Oleh karena itu, saya berharap anak-anak tidak berhenti sampai pada pencapaian hari ini. Teruslah menjaga hafalan, mempelajari maknanya, dan mengamalkan ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” pesan Fatchur Rochman.
Ia juga mengapresiasi peran kepala madrasah, guru pembimbing, dan orang tua dalam mendampingi proses pendidikan keagamaan peserta didik. Menurutnya, pembentukan generasi yang dekat dengan Al-Qur’an memerlukan sinergi antara lingkungan madrasah dan keluarga.
Melalui kegiatan Wisuda Tahfidz Al-Qur’an Juz 27, 28, 29, dan 30 ini, MIN 9 Sragen berharap capaian para peserta didik dapat menjadi inspirasi bagi siswa lainnya untuk semakin mencintai Al-Qur’an, meningkatkan hafalan, serta memahami dan mengamalkan kandungannya dalam kehidupan sehari-hari. (kns/enn)









