Sragen (Humas) – Pelaksanaan Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) di MA Darul Ihsan Muhammadiyah Sragen (MA DIMSA), Jumat (30/10), menjadi kesempatan untuk melihat berbagai program dan inovasi yang dikembangkan madrasah. Dalam kegiatan tersebut, dua pengawas madrasah Kantor Kementerian Kabupaten Sragen, Amin Sarwati dan Nur Kholish Muallim, memberikan apresiasi terhadap pengembangan kewirausahaan pesantren, penerapan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), serta pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan pembelajaran dan administrasi.

Salah satu hal yang mendapat perhatian Amin Sarwati adalah program kewirausahaan yang melibatkan guru dan santri. Pengolahan sisa makanan menjadi pakan lele dinilai sebagai bentuk penerapan konsep circular economy atau ekonomi sirkular di lingkungan pesantren. Melalui program ini, limbah yang semula tidak termanfaatkan diolah kembali menjadi produk bernilai guna sekaligus membuka peluang pengembangan kemandirian ekonomi pesantren.
Menurut Amin, program tersebut memiliki potensi untuk terus dikembangkan melalui inovasi kewirausahaan berbasis pengelolaan limbah. Selain memberikan nilai ekonomi, upaya ini juga dapat mendukung kepedulian terhadap lingkungan.
“Mengingat MA DIMSA ini berbasis pesantren, kami menyarankan untuk ke depannya terus berinovasi dalam kewirausahaan berbasis pengelolaan limbah. Ini adalah potensi besar untuk membangun kemandirian pesantren sekaligus menjaga kelestarian lingkungan,” ujar Amin Sarwati.
Sementara itu, Nur Kholish Mualim memberikan perhatian pada pengembangan sistem digital di MA DIMSA. Sejumlah inovasi yang telah diterapkan meliputi digitalisasi kegiatan belajar mengajar (KBM), penggunaan rapor digital, pembayaran santri secara nontunai (cashless), hingga pengarsipan dokumen secara digital.
Ia menilai pemanfaatan teknologi tersebut menunjukkan upaya madrasah dalam mengembangkan tata kelola pendidikan yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman. Selain itu, penerapan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) juga perlu terus dilanjutkan agar perkembangan teknologi berjalan seiring dengan pembentukan karakter santri.
Melalui lima poros Panca Cinta, yakni cinta Allah dan Rasul-Nya, cinta ilmu, cinta lingkungan, cinta diri dan sesama, serta cinta tanah air, madrasah diharapkan dapat menanamkan nilai-nilai karakter dalam kehidupan sehari-hari santri. (ibm/enn)







