Sragen (Humas) – Menjelang dimulainya Tahun Ajaran 2026/2027, MI Ma’arif Tanggan Gesi mengambil langkah strategis untuk meningkatkan mutu pendidikan. Madrasah ini menggelar kegiatan Penguatan Kurikulum.Berbasis Cinta (KBC) yang dilaksanakan langsung di lingkungan madrasah pada Rabu (17/6). Langkah ini diambil guna memantapkan implementasi KBC yang diproyeksikan menjadi “ruh” atau inti dari seluruh proses pendidikan di madrasah.
Kepala MI Ma’arif Tanggan, Didik Riyanto, dalam sambutannya menegaskan bahwa penanaman karakter dan kompetensi melalui KBC bukan lagi sekadar program pelengkap, melainkan fondasi utama.
“Menghadapi Tahun Ajaran 2026/2027, tantangan dunia pendidikan semakin kompleks. Oleh karena itu, KBC harus menjadi roh yang menjiwai setiap aktivitas belajar mengajar di MI Ma’arif Tanggan Gesi, sehingga melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter kuat,” ujar Didik.
Apresiasi senada juga disampaikan oleh Pengawas Madrasah, Sugito. Kehadirannya dalam acara ini sekaligus untuk memberikan arahan dan supervisi. Sugito menekankan pentingnya komitmen bersama dari seluruh ekosistem madrasah agar implementasi KBC dapat berjalan secara konsisten dan berdampak nyata bagi perkembangan peserta didik.
Hadir sebagai narasumber utama dalam kegiatan ini adalah Nur Kholish Muallim, yang merupakan Fasilitator KBC berpengalaman. Dalam paparannya, Nur Kholish mengupas tuntas strategi integrasi KBC ke dalam kurikulum madrasah secara aplikatif. Ia mengajak para pendidik untuk kreatif dan inovatif dalam mengemas pembelajaran yang berpusat pada penguatan karakter siswa.

Kegiatan penguatan ini berlangsung interaktif dan diikuti dengan antusias oleh seluruh guru dan staf MI Ma’arif Tanggan Gesi. Melalui pembekalan ini, madrasah optimistis dapat menyambut Tahun Ajaran 2026/2027 dengan kesiapan penuh demi mencetak generasi emas madrasah yang unggul dan berakhlakul karimah. (nkm/enn)









