Sragen (Humas) – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sragen menggelar Griya Nata untuk ketiga kalinya di Masjid Jami’ Al Hidayah, Desa Bagor, Kecamatan Miri, Rabu (7/10). Kegiatan yang melibatkan jajaran Kemenag Sragen dan penyuluh lintas agama tersebut diisi dengan bersih-bersih masjid, pemberian alat kebersihan, bazar amal, Cek Kesehatan Gratis (CKG), implementasi ekoteologi, serta dialog kerukunan umat beragama.
Sejak pagi, jajaran Kemenag bersama penyuluh lintas agama dan masyarakat bergotong royong membersihkan area Masjid Jami’ Al Hidayah. Kegiatan bersih-bersih menjadi bagian utama Griya Nata sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan rumah ibadah. Kemenag Sragen juga memberikan bantuan berupa alat kebersihan yang dapat digunakan untuk mendukung perawatan masjid setelah kegiatan selesai.
Di lokasi yang sama, masyarakat dapat mengikuti bazar amal dengan harga terjangkau. Pakaian yang masih dalam kondisi baik dijual mulai Rp1.000 hingga Rp10.000. Bazar tersebut menjadi bagian dari aksi kepedulian sosial dalam Griya Nata. Barang layak pakai disalurkan kembali kepada masyarakat dengan harga murah, sementara hasil penjualannya akan dikembalikan dalam bentuk bantuan untuk kemaslahatan umat.
Kegiatan tidak berhenti di lingkungan masjid. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sragen, Fatchur Rochman, bersama jajaran turut melakukan implementasi ekoteologi di sekitar masjid. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Griya Nata yang mengajak masyarakat untuk memperhatikan kebersihan dan kelestarian lingkungan di sekitar tempat ibadah.

Warga juga mendapat layanan Cek Kesehatan Gratis hasil kerja sama Kemenag Sragen dengan Puskesmas Miri. Bagi warga yang tinggal cukup jauh dari pusat layanan kesehatan, pemeriksaan yang hadir langsung di lingkungan mereka menjadi kemudahan tersendiri.
Sri, salah seorang warga yang mengikuti CKG, mengaku terbantu dengan layanan tersebut. Menurutnya, akses pemeriksaan kesehatan menjadi lebih mudah karena warga tidak perlu pergi jauh dari tempat tinggal.
“Alhamdulillah, ini kegiatan yang bagus. Untuk CKG juga sangat membantu karena daerah kami jauh dari pusat kesehatan. Ini memudahkan kami untuk cek kesehatan,” ungkapnya.
Setelah rangkaian kegiatan tersebut, Griya Nata dilanjutkan dengan dialog kerukunan umat beragama. Penyuluh lintas agama yang terlibat dalam kegiatan turut menjadi bagian dari perjumpaan bersama masyarakat dalam dialog tersebut.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sragen, Fatchur Rochman, mengatakan kehadiran Kemenag di tengah masyarakat melalui kegiatan tersebut diharapkan dapat ikut menjaga kehidupan warga agar tetap aman dan nyaman. “Syukur alhamdulillah, kita bisa hadir di tengah masyarakat melalui program ini. Kita harapkan dapat terbentuk kerukunan, masyarakat yang aman dan nyaman,” ujarnya.


Fatchur berharap masyarakat Sragen dapat membangun hubungan yang saling membantu, bergotong royong, dan menghargai satu sama lain. “Harapan saya masyarakat di Sragen itu tidak ada yang saling membenci, melainkan masyarakat yang saling membantu, gotong royong, dan menghargai,” katanya.
Ia juga meminta seluruh unsur masyarakat ikut mengambil peran dalam menjaga kerukunan, termasuk pemerintah desa. Menurutnya, Kepala Desa Bagor dan seluruh elemen masyarakat dapat memberikan contoh dalam membangun kehidupan yang rukun di lingkungannya. “Seluruh elemen masyarakat, dimulai dari Kepala Desa Bagor, diharapkan dapat memberikan contoh untuk membangun masyarakat yang rukun,” tuturnya.
Rangkaian Griya Nata tersebut menjadi ruang perjumpaan antara Kemenag, penyuluh lintas agama, dan masyarakat melalui kegiatan yang menyentuh kebutuhan sehari-hari. Dari merawat rumah ibadah, berbagi melalui bazar amal, menghadirkan layanan kesehatan, menjaga lingkungan, hingga berdialog tentang kerukunan, Griya Nata membawa pesan bahwa kehidupan yang rukun dapat tumbuh dari kepedulian dan gotong royong yang dilakukan bersama. (enn)







