Sragen (Humas) – Sebanyak 21 siswa dan dua guru MTsN 6 Sragen mengikuti Survei Sahabat KBC (Kurikulum Berbasis Cinta) pada Selasa (20/10). Kegiatan yang berlangsung di Studio Mini MTsN 6 Sragen pukul 08.00–10.00 WIB ini menjadi bagian dari upaya memetakan penerapan nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta di lingkungan madrasah.
Survei tersebut dilakukan untuk mengetahui sejauh mana nilai kasih sayang, toleransi, kepedulian, dan penghormatan terhadap sesama telah diterapkan dalam proses pembelajaran maupun interaksi sehari-hari di madrasah. Kurikulum Berbasis Cinta tidak menggantikan kurikulum nasional, tetapi melengkapinya dengan menempatkan nilai-nilai kemanusiaan dan kasih sayang sebagai bagian penting dalam pendidikan.
Kepala MTsN 6 Sragen, Fandholin, menyambut baik pelaksanaan survei tersebut. Menurutnya, penerapan KBC perlu tercermin dalam pengalaman belajar siswa, baik melalui pembelajaran di kelas maupun dalam hubungan ant warga madrasah.
“Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) merupakan komitmen kami dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang ramah, humanis, dan berkarakter. Melalui Survei Sahabat KBC ini, kami ingin memastikan bahwa nilai-nilai kasih sayang dan empati benar-benar tertanam serta dirasakan secara nyata oleh para siswa dalam proses pembelajaran sehari-hari,” ujar Fandholin.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta mengikuti pengisian survei dan diskusi interaktif. Hasil survei diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi madrasah dalam melihat penerapan nilai-nilai KBC sekaligus mengidentifikasi hal-hal yang perlu dikembangkan. Dengan demikian, program pembelajaran, keagamaan, dan kesiswaan di MTsN 6 Sragen dapat terus diarahkan untuk membangun lingkungan belajar yang inklusif, nyaman, dan menghargai setiap warga madrasah. (ich/enn)










