Sragen (Humas) – MAN 3 Sragen melaksanakan Survei Nasional Sahabat KBC (Kurikulum Berbasis Cinta) pada Selasa (20/10) dengan melibatkan perwakilan guru dan murid. Kegiatan yang berlangsung di laboratorium komputer dan ruang pembelajaran madrasah ini menjadi bagian dari upaya mengevaluasi penerapan nilai-nilai kasih sayang, empati, dan kepedulian dalam proses pendidikan.
Survei yang diselenggarakan Kementerian Agama Republik Indonesia ini bertujuan memetakan penerapan Kurikulum Berbasis Cinta di madrasah sekaligus menghimpun masukan dari warga madrasah. Hasilnya diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai pengalaman belajar murid, interaksi dengan guru, serta suasana lingkungan pendidikan yang mendukung tumbuh kembang mereka.
Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum MAN 3 Sragen, Umi Sholikah, menyampaikan bahwa partisipasi guru dan murid dalam survei ini penting untuk memberikan gambaran mengenai pelaksanaan KBC secara langsung di madrasah. Menurutnya, masukan dari para responden dapat menjadi bahan evaluasi dalam mengembangkan pembelajaran yang lebih memperhatikan kebutuhan dan pengalaman murid.
“Melalui survei ini, Kementerian Agama dapat mengukur sejauh mana penerapan Kurikulum Berbasis Cinta di lapangan, khususnya di MAN 3 Sragen. Kami memastikan para responden dapat mengikuti survei dengan lancar serta memberikan jawaban secara jujur dan objektif. Harapannya, hasil survei ini dapat berkontribusi pada penyempurnaan kebijakan pendidikan Islam di masa mendatang,” ujar Umi di sela-sela pemantauan kegiatan.
Sesuai dengan ketentuan regulasi pusat, sasaran responden survei ditentukan sebanyak 5% dari total populasi guru dan murid pada masing-masing satuan pendidikan berdasarkan data Education Management Information System (EMIS). Secara nasional, target responden siswa mencapai 520.531 murid. Untuk memenuhi kriteria tersebut, madrasah memilih perwakilan guru dan murid dari berbagai tingkatan sebagai sumber informasi mengenai penerapan KBC.
Selama pelaksanaan, tim teknis dan proktor madrasah mendampingi responden dalam proses pengisian survei untuk memastikan kegiatan berjalan tertib dan lancar. Para murid menjawab pertanyaan seputar pengalaman belajar, interaksi dengan pendidik, serta suasana lingkungan madrasah.
Melalui survei ini, MAN 3 Sragen turut berkontribusi dalam evaluasi penerapan Kurikulum Berbasis Cinta secara nasional. Hasil pemetaan tersebut diharapkan menjadi masukan bagi pengembangan pendidikan madrasah yang tidak hanya memperhatikan capaian akademik, tetapi juga menumbuhkan kasih sayang, toleransi, dan kepedulian sehingga murid dapat belajar dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan saling menghargai. (sns/enn)









