Sragen (Humas) – Sebanyak 15 murid MTs Negeri 7 Sragen dari kelas VII, VIII, dan IX mengikuti Survei Sahabat Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di Laboratorium Komputer madrasah pada Selasa (20/10). Peserta dipilih secara acak untuk memberikan gambaran mengenai penerapan KBC di lingkungan madrasah. Survei ini diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia untuk memotret penerapan kurikulum tersebut pada satuan pendidikan di bawah naungan Kemenag, mulai dari Raudhatul Athfal (RA) hingga Madrasah Aliyah (MA).
Pelaksanaan survei memanfaatkan fasilitas teknologi informasi yang tersedia di madrasah. Para murid mengisi kuesioner secara mandiri sesuai petunjuk yang diberikan. Keterlibatan murid dari tiga jenjang kelas diharapkan dapat memberikan gambaran beragam mengenai pengalaman mereka dalam proses pembelajaran dan kehidupan sehari-hari di madrasah.
Kepala MTs Negeri 7 Sragen, Sholeh Muntasyir, menyambut baik pelaksanaan survei tersebut. Ia menilai kegiatan ini dapat menjadi bahan evaluasi bagi madrasah untuk melihat penerapan nilai-nilai cinta dalam pendidikan sekaligus mendorong perbaikan pembelajaran.
“Kurikulum Berbasis Cinta mengingatkan kita bahwa pendidikan bukan hanya tentang menyampaikan ilmu pengetahuan, tetapi juga tentang menumbuhkan karakter, membangun kepedulian, dan menanamkan nilai-nilai kemanusiaan pada diri murid. Kami berharap melalui survei ini, madrasah memperoleh gambaran yang bermanfaat untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran serta mewujudkan lingkungan pendidikan yang ramah, inklusif, dan penuh kasih sayang,” ungkapnya.
Ia berharap nilai-nilai KBC tidak berhenti pada tataran konsep, tetapi tumbuh menjadi budaya madrasah yang tercermin dalam interaksi antara guru dan murid maupun hubungan antarsesama warga madrasah.
Kurikulum Berbasis Cinta menekankan penanaman nilai kasih sayang, saling menghormati, kepedulian, dan toleransi dalam proses pembelajaran. Penerapan nilai-nilai tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan menghargai keberagaman.
Melalui Survei Sahabat KBC, hasil evaluasi diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam meningkatkan kualitas pendidikan yang tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kepedulian sosial. Dengan demikian, madrasah dapat terus mengembangkan lingkungan belajar yang mendukung tumbuhnya generasi berilmu, berakhlak mulia, dan menghargai sesama. (swd/enn)










