Sragen (Humas) – MIN 8 Sragen menggelar Perkemahan Jumat Sabtu (Perjusa) bagi peserta didik kelas VI pada 9–10 Oktober 2026 di Bumi Perkemahan Pleseran, Tawangmangu. Mengusung tema “Membangun Kemandirian, Kedisiplinan, dan Jiwa Kepemimpinan melalui Semangat Kepramukaan”, kegiatan ini menjadi kesempatan bagi peserta didik untuk belajar di alam terbuka sekaligus mengembangkan keterampilan dan karakter melalui pengalaman bersama.
Berbagai kegiatan kepramukaan mewarnai perkemahan tersebut. Peserta mengikuti senam bersama untuk menjaga kebugaran, kemudian melanjutkan kegiatan dengan permainan edukatif yang melatih konsentrasi, komunikasi, dan kemampuan memecahkan masalah. Melalui permainan yang dilakukan secara berkelompok, peserta juga belajar membangun kekompakan, saling membantu, dan menyelesaikan tantangan bersama.
Keceriaan perkemahan berlanjut melalui lomba yel-yel dan pentas seni. Dalam kegiatan ini, setiap kelompok mendapat kesempatan menampilkan kreativitas, kekompakan, serta keberanian di hadapan peserta lainnya. Sementara itu, kegiatan hiking mengajak peserta menyusuri lingkungan alam sekaligus melatih ketahanan fisik. Selama perjalanan, mereka belajar menjaga kebersamaan, menaati arahan, dan bertanggung jawab terhadap diri sendiri maupun kelompok.
Malam hari menjadi salah satu momen yang berkesan melalui kegiatan api unggun. Kepala MIN 8 Sragen, Ahmad Mudhofar Hasan, hadir memberikan arahan dan motivasi kepada para peserta. Dalam suasana kebersamaan tersebut, api unggun menjadi bagian dari pengalaman kepramukaan yang mengajarkan arti persaudaraan, keberanian, keteladanan, dan semangat pantang menyerah. Nilai-nilai itu diharapkan dapat tumbuh melalui setiap pengalaman yang mereka jalani selama perkemahan.
Melalui Perjusa, MIN 8 Sragen berharap peserta didik kelas VI tidak hanya memperoleh pengalaman baru, tetapi juga mampu membawa nilai-nilai kepramukaan ke dalam kehidupan sehari-hari. Kemandirian, kedisiplinan, kreativitas, dan kemampuan bekerja sama diharapkan dapat diterapkan di lingkungan madrasah, keluarga, maupun masyarakat.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya MIN 8 Sragen dalam menyiapkan generasi MANTAP, yakni generasi yang beriman, bertakwa, berakhlakul karimah, dan berprestasi. Dengan pengalaman belajar di luar kelas, peserta didik diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang mampu menghadapi tantangan, menghargai sesama, dan bertanggung jawab dalam setiap langkahnya. (zalf/enn)








