Sragen (Humas) – Tiga pasangan calon Ketua dan Wakil Ketua Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) MTsN 1 Sragen periode 2026-2027 bersaing memperoleh suara warga madrasah dalam pemilihan yang digelar Rabu (16/9). Dikemas layaknya proses pemilu, kegiatan ini menjadi pengalaman langsung bagi siswa untuk belajar menggunakan hak suara sekaligus mengenal proses kepemimpinan secara demokratis.
Ketiga pasangan calon yang mengikuti pemilihan tersebut yakni Pasangan Nomor Urut 1 Zidan Fastabiqul Khoirot dan Adzkia Qurrotulain Susilo, Pasangan Nomor Urut 2 Arju Najatan Latifah dan Breseis Janyar Noshinandra, serta Pasangan Nomor Urut 3 Affan Maulana Yusuf dan Mizza Viorentina.
Sebelumnya pemungutan suara, ketiganya diperkenalkan kepada warga madrasah untuk menyampaikan gagasan dan menawarkan arah kepengurusan OSIM yang akan datang. Setelah melalui tahapan tersebut, warga madrasah menggunakan hak pilih masing-masing di bilik suara yang telah disiapkan panitia.

Proses pemungutan suara berlangsung tertib. Siswa secara bergantian mengikuti alur pemilihan, mulai dari menerima surat suara, menggunakan hak pilih di bilik suara, hingga memasukkan surat suara ke dalam kotak yang tersedia. Rangkaian tersebut memberikan gambaran sederhana mengenai bagaimana proses pemungutan suara berlangsung dalam sebuah pemilihan.
Kegiatan tidak hanya melibatkan siswa sebagai pemilih. Sejumlah siswa turut bertugas dalam pelaksanaan pemungutan suara dan menjalankan tanggung jawab pada meja pelayanan masing-masing. Keterlibatan ini melatih siswa untuk bekerja sama, berkomunikasi, menjaga ketertiban, dan menyelesaikan tugas sesuai perannya.
Antusiasme terlihat sepanjang pelaksanaan pemilihan. Siswa mengikuti setiap tahapan dengan tertib dan aktif, menjadikan lingkungan madrasah seolah memiliki tempat pemungutan suara sendiri. Pengalaman tersebut membuat pembelajaran tentang demokrasi tidak berhenti pada teori, tetapi dipraktikkan secara langsung dalam kehidupan madrasah.

Melalui pemilihan OSIM, siswa belajar bahwa setiap pilihan membawa tanggung jawab. Mereka tidak hanya belajar menentukan calon pemimpin, tetapi juga memahami pentingnya menghargai perbedaan pilihan, mengikuti proses secara tertib, serta menerima hasil keputusan bersama.
Bagi madrasah, kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan siswa melalui organisasi. Nilai disiplin, tanggung jawab, percaya diri, kerja sama, dan keberanian mengambil keputusan dapat tumbuh melalui keterlibatan siswa, baik sebagai pemilih maupun sebagai bagian dari penyelenggara kegiatan.
Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIM MTsN 1 Sragen periode 2026–2027 pun menjadi momentum bagi siswa untuk mengenal demokrasi dari lingkungan terdekatnya. Dari bilik suara di madrasah, mereka belajar memilih, menghargai pilihan, dan bersiap mengambil peran dalam kepemimpinan. (tys/enn)








