Sragen (Humas) – Sebanyak 251 peserta jenjang MTs/SMP se-Kabupaten Sragen mengikuti Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Bidang Sains Tingkat Kabupaten Sragen Tahun 2026 di MTsN 5 Sragen, Selasa (8/9). Mereka berkompetisi untuk meraih hasil terbaik dan berpeluang melaju ke tingkat provinsi hingga nasional.
OMI Sains Tahun 2026 mempertandingkan tiga bidang, yakni Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), dan Matematika. Kompetisi dilaksanakan dalam tiga sesi. Sesi pertama bidang Matematika diikuti 83 peserta, sesi kedua bidang IPA diikuti 84 peserta, sedangkan sesi ketiga bidang IPS diikuti 84 peserta.
Dengan jumlah peserta yang relatif berimbang pada setiap bidang, persaingan berlangsung ketat. Setiap peserta membawa bekal pengetahuan dan strategi masing-masing. Kemampuan memahami konsep, berpikir kritis, menganalisis persoalan, serta mengambil keputusan secara cepat dan tepat menjadi modal penting untuk meraih hasil maksimal.
Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan, panitia menyiapkan tiga ruang kompetisi. Masing-masing ruang didampingi oleh satu proktor dan satu pengawas. Sistem tersebut diterapkan untuk memastikan pelaksanaan berjalan tertib, lancar, dan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
Yang menarik, OMI Sains Tahun 2026 mempertemukan peserta didik madrasah dan SMP dalam satu arena kompetisi. Tanpa sekat, seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya dengan menjunjung kejujuran, ketelitian, dan sportivitas.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sragen, Fatchur Rochman, bersama Kasi Pendidikan Madrasah, Wiyono, turut memantau pelaksanaan OMI Sains Tahun 2026. Fatchur berharap kompetisi berlangsung lancar dan objektif serta menghasilkan peserta terbaik yang mampu mewakili Kabupaten Sragen pada tingkat provinsi hingga nasional.
“Harapannya OMI ini berjalan lancar, kompetisi berlangsung secara objektif, dan kita mendapatkan perwakilan terbaik yang kompeten untuk maju ke tingkat provinsi. Mudah-mudahan dari Kabupaten Sragen ada yang bisa mewakili hingga tingkat nasional,” harapnya.
Sementara itu, Wiyono menegaskan bahwa keberhasilan OMI tidak semata-mata diukur dari jumlah piala yang berhasil diraih. Menurutnya, proses berkompetisi juga menjadi bagian penting dalam membangun keberanian, kepercayaan diri, sportivitas, dan semangat belajar peserta didik.
“Semoga dengan adanya OMI ini, peserta didik madrasah semakin memiliki jiwa kompetisi dan mampu menunjukkan potensi terbaiknya. Mudah-mudahan OMI tahun ini dapat mencetak juara yang bisa dijagokan untuk melaju ke tingkat provinsi maupun nasional,” ungkapnya.
Para peserta kini menantikan hasil terbaik dari perjuangan mereka. OMI Bidang Sains Tingkat Kabupaten Sragen Tahun 2026 ini diharapkan menjadi ruang lahirnya peserta didik berprestasi yang siap membawa nama Sragen ke kompetisi pada jenjang yang lebih tinggi. (ma/dpw/enn)









