Sragen (Humas) – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Sragen mengambil langkah proaktif dalam membentuk karakter siswa baru melalui pembekalan nilai kedisiplinan dan kebangsaan pada hari ketiga Masa Ta’aruf Murid Madrasah (Matamuda) Tahun Ajaran 2026/2027, Rabu (15/7). Melalui inisiatif ini, madrasah memfokuskan pembinaan pada latihan Peraturan Baris-Berbaris (PBB) serta penguatan Wawasan Kebangsaan dan Moderasi Beragama yang mengusung tema anti-kekerasan dan toleransi. Dalam menyukseskan program unggulan tersebut, madrasah menggandeng personel Komando Rayon Militer (Koramil) Kalijambe sebagai mitra instruktur lapangan.
Sejak pagi hari, MAN 3 Sragen berhasil mengondisikan siswa baru untuk mengikuti latihan fisik secara tertib di halaman madrasah. Program PBB yang dirancang oleh madrasah ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai kepemimpinan, kekompakan, konsentrasi tinggi, serta rasa tanggung jawab kelompok sejak hari pertama sekolah. Usai merampungkan latihan fisik, madrasah memfasilitasi para peserta untuk menerima materi pembekalan mental.
Melalui forum interaktif, MAN 3 Sragen menekankan komitmennya sebagai lembaga pendidikan yang ramah anak dan inklusif. Pihak madrasah bersama narasumber mengajak seluruh siswa baru untuk menjadi pelopor dalam menjaga persatuan, menolak keras segala bentuk perundungan (bullying), serta menerapkan sikap toleran dalam beragama. Langkah preventif ini diambil oleh madrasah guna menjamin lingkungan belajar yang aman dan kondusif bagi seluruh warga madrasah.
Perwakilan Koramil Kalijambe, Taufik, mengapresiasi langkah cepat dan tanggap yang diambil oleh pihak madrasah dalam membentengi moral siswa baru. Taufik menilai bahwa kolaborasi aktif ini sangat efektif dalam mempersiapkan mental generasi muda yang tangguh sekaligus memiliki kepedulian sosial yang tinggi di lingkungan madrasah.

“Kami sangat mendukung inisiatif MAN 3 Sragen yang secara konsisten membekali siswa baru dengan materi kedisiplinan serta pemahaman anti-kekerasan ini,” ujar Taufik di hadapan peserta didik baru. Ia menambahkan bahwa sinergi erat seperti ini patut dicontoh oleh lembaga pendidikan lain untuk membentengi moral generasi bangsa dari pengaruh negatif lingkungan luar.
Melalui penutupan hari ketiga Matamuda yang berjalan tertib ini, MAN 3 Sragen membuktikan komitmennya untuk tidak hanya mencetak siswa berprestasi, tetapi juga berkarakter luhur. Kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal lahirnya generasi emas yang siap menjaga nama baik madrasah melalui prestasi nyata dan akhlak mulia. Dengan modal kedisiplinan dan toleransi yang telah ditanamkan sejak dini, para siswa baru kini siap memulai perjalanan akademik mereka dengan penuh rasa optimis. (sns/enn)









