Sragen (Humas) – MTsN 1 Sragen mengawali rangkaian Masa Ta’aruf Murid Madrasah (Matamuda) Tahun Pelajaran 2026/2027 dengan memberikan berbagai materi pembinaan kepada peserta didik baru pada Senin (13/7). Kegiatan yang berlangsung hingga 15 Juli 2026 tersebut dirancang untuk membantu peserta didik beradaptasi dengan lingkungan madrasah sekaligus menanamkan karakter, budaya belajar, dan wawasan kebangsaan sebagai bekal menempuh pendidikan.
Pembukaan Matamuda dilaksanakan di halaman MTsN 1 Sragen dan diikuti oleh 291 peserta didik baru yang terbagi dalam sembilan kelompok. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala MTsN 1 Sragen, Suryono.
“Selamat datang di keluarga besar MTsN 1 Sragen. Jadikan Matamuda sebagai awal untuk mengenal budaya madrasah, membangun kedisiplinan, menjaga akhlakul karimah, dan menumbuhkan semangat belajar. Kami berharap kalian tidak hanya menjadi murid yang cerdas, tetapi juga berkarakter dan mampu menjaga nama baik madrasah,” pesannya.
Sebagai simbol dimulainya rangkaian Matamuda, Suryono menyematkan kartu identitas peserta kepada perwakilan peserta didik baru.

Usai pembukaan, peserta mengikuti sesi kemadrasahan yang disampaikan oleh Istinah Nurhayati dan Wiwik Estiasih. Materi tersebut mengenalkan lingkungan dan budaya madrasah, profil singkat, visi dan misi, serta berbagai program unggulan MTsN 1 Sragen. Melalui sesi ini, peserta didik diajak mengenal identitas madrasah sekaligus mempersiapkan diri untuk menjalani kehidupan belajar di lingkungan yang baru.
Sesi berikutnya menghadirkan materi nilai-nilai madrasah yang disampaikan oleh Moh. Basyori dan Muji Rahayu. Peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya akhlak, adab, kedisiplinan, tanggung jawab, serta budaya belajar sebagai landasan dalam menjalani kehidupan di madrasah.
Peserta juga memperoleh materi Madrasah Aman dan Menyenangkan yang disampaikan oleh Ilham Senjari. Dalam sesi tersebut, peserta dibekali pemahaman mengenai pencegahan perundungan, literasi digital, bahaya radikalisme, ujaran kebencian, serta edukasi mengenai seksualitas sesuai dengan usia peserta didik. Melalui materi tersebut, murid baru diajak membangun sikap saling menghargai, bijak memanfaatkan teknologi digital, serta bersama-sama menciptakan lingkungan madrasah yang aman, nyaman, dan inklusif.
Seluruh materi disampaikan secara terpisah antara peserta didik putra dan putri. Peserta putra mengikuti kegiatan di masjid madrasah, sedangkan peserta putri di Aula GOR. Rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan penuh antusiasme.
Melalui Matamuda, MTsN 1 Sragen menegaskan komitmennya menghadirkan proses pengenalan madrasah yang tidak berhenti pada orientasi, tetapi juga menjadi langkah awal dalam membentuk karakter, menumbuhkan budaya belajar yang positif, serta membangun lingkungan yang aman dan menyenangkan bagi seluruh peserta didik. (tys/enn)











