Sragen (Humas) – MTsN 6 Sragen kembali menyelenggarakan kegiatan pengumpulan zakat yang melibatkan guru, karyawan, serta seluruh siswa pada tanggal 24–26 Februari 2026. Kegiatan ini dipusatkan di Masjid MTsN 6 Sragen yang untuk sementara menjadi sentra seluruh aktivitas madrasah, seiring proses pembangunan gedung baru yang masih berlangsung. Meski dalam keterbatasan sarana, semangat berbagi dan kepedulian tetap tumbuh dengan kuat di lingkungan madrasah.
Pengumpulan zakat dilaksanakan oleh panitia yang telah dibentuk dari unsur guru. Dengan koordinasi yang rapi, panitia menerima zakat dalam bentuk beras dan uang tunai. Seluruh proses penghimpunan dilakukan dengan mengikuti panduan resmi dari Kementerian Agama Republik Indonesia, sehingga pelaksanaannya tetap sesuai dengan ketentuan syariat dan regulasi yang berlaku.
Kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan madrasah yang telah menjadi bagian dari budaya religius MTs N 6 Sragen. Setiap tahunnya, zakat tidak hanya dipahami sebagai kewajiban individual, tetapi juga sebagai sarana pendidikan karakter bagi peserta didik. Melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan ini, siswa belajar bahwa ibadah memiliki dimensi sosial yang nyata.
Secara syariat, zakat merupakan rukun Islam yang memiliki tujuan untuk menyucikan harta dan jiwa, sekaligus membantu mereka yang berhak menerima. Di lingkungan madrasah, nilai ini diterjemahkan dalam bentuk pembiasaan nyata, agar siswa tidak hanya memahami teori tentang zakat di kelas, tetapi juga menyaksikan praktiknya secara langsung. Dengan demikian, pembelajaran agama menjadi kontekstual dan membumi.

Dari sisi pendidikan, kegiatan ini menjadi sarana menanamkan nilai empati, solidaritas, dan kepedulian sosial. Siswa diajak memahami bahwa di sekitar mereka terdapat masyarakat yang membutuhkan perhatian dan bantuan. Melalui zakat, tumbuh kesadaran bahwa keberkahan harta terletak pada kemanfaatannya bagi sesama. Pendidikan berbagi seperti ini diharapkan membentuk karakter santun dan berakhlak mulia sebagaimana visi madrasah.
Setelah proses pengumpulan selesai, zakat yang terkumpul kemudian ditasyarufkan kepada masyarakat yang berhak menerima di sekitar MTsN 6 Sragen. Penyaluran dilakukan secara tertib dan tepat sasaran, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh warga sekitar. Langkah ini sekaligus menjadi bentuk syiar keagamaan dan sosial madrasah di tengah masyarakat.
Kepala MTsN 6 Sragen, Fandholin, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan bagian dari pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Islam. “Kami ingin anak-anak belajar bahwa ibadah itu tidak hanya hubungan vertikal kepada Allah Swt., tetapi juga hubungan horizontal kepada sesama manusia. Walaupun saat ini kegiatan terpusat di masjid karena pembangunan belum selesai, semangat berbagi tidak boleh ikut berhenti,” tuturnya.
Dengan terselenggaranya kegiatan pengumpulan dan penyaluran zakat ini, MTsN 6 Sragen kembali meneguhkan komitmennya sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga aktif dalam membangun kepedulian sosial. Dari masjid yang sederhana di tengah pembangunan, nilai-nilai kebaikan terus ditanamkan dan disebarkan, membawa harapan dan keberkahan bagi lingkungan sekitar. (tm/enn)








